Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyyah BAB 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyyah BAB 2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Agustus 2017

Siroh Bab 2 bag. 6

BimbinganIslam.com
Selasa, 25 Ramadhān 1438 H / 20 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 6 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0206
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAG 6 DARI 8)*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ لله, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ الله فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار

Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum.
Kondisi sosial di kota Mekkah sebelum datangnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam,  orang-orang Mekkah dikenal sebagai yang suka minum khamr.
Bahkan kalau kita baca tentang syair-syair jāhilīyyah, mereka sering membuat syair tentang khamr, memuji khamr, kehidupan mereka dengan khamr.
Karena mendarah dagingnya khamr, ayat yang mengharāmkan khamr turun bertahap, tidak langsung.
Diantara kebiasaan jāhilīyyah lain nya adalah mereka suka main judi.
Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menurunkan firman-Nya:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ 
_"Sesungguhnya syaithān ingin mengadu domba, menumbuhkan permusuhan dalam khamr dan perjudian..."_
(QS Al Māidah: 91)
Kebiasaan buruk mereka yang lain adalah:
⑴ Praktek riba.
⑵ Praktek menikahi bekas istri bapak mereka.
Allāh mengatakan:
وَلا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ 
_"Janganlah kalian menikahi bekas istri bapak kalian."_
(QS An Nisā: 22)
⑶ Praktek menikahi kakak beradik.
Diantara jenis-jenis pernikahan yang aneh, dijelaskan oleh 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā, sebagaimana diriwayatkan oleh Imām Al Bukhāri dalam Shahīhnya, beliau berkata:
أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ النِّكَاحَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ كَانَ عَلَى أَرْبَعَةِ أَنْحَاءٍ. فَنِكَاحٌ مِنْهَا نِكَاحُ النَّاسِ الْيَوْمَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ وَلِيَّتَهُ أَوْ ابْنَتَهُ فَيُصْدِقُهَا ثُمَّ يَنْكِحُهَا وَنِكَاحٌ آخَرُ كَانَ الرَّجُل يَقُولُ لِامْرَأَتِهِ إِذَا طَهُرَتْ مِنْ طَمْثِهَا أَرْسِلِي إِلَى فُلَانٍ فَاسْتَبْضِعِي مِنْهُ وَيَعْتَزِلُهَا زَوْجُهَا وَلَا يَمَسُّهَا أَبَدًا حَتَّى يَتَبَيَّنَ حَمْلُهَا مِنْ ذَلِكَ الرَّجُلِ الَّذِي تَسْتَبْضِعُ مِنْهُ فَإِذَا تَبَيَّنَ حَمْلُهَا أَصَابَهَا زَوْجُهَا إِذَا أَحَبَّ وَإِنَّمَا يَفْعَلُ ذَلِكَ رَغْبَةً فِي نَجَابَةِ الْوَلَدِ فَكَانَ هَذَا النِّكَاحُ نِكَاحَ الِاسْتِبْضَاعِ وَنِكَاحٌ آخَرُ يَجْتَمِعُ الرَّهْطُ مَا دُونَ الْعَشَرَةِ فَيَدْخُلُونَ عَلَى الْمَرْأَةِ كُلُّهُمْ يُصِيبُهَا فَإِذَا حَمَلَتْ وَوَضَعَتْ وَمَرَّ عَلَيْهَا لَيَالٍ بَعْدَ أَنْ تَضَعَ حَمْلَهَا أَرْسَلَتْ إِلَيْهِمْ فَلَمْ يَسْتَطِعْ رَجُلٌ مِنْهُمْ أَنْ يَمْتَنِعَ حَتَّى يَجْتَمِعُوا عِنْدَهَا تَقُولُ لَهُمْ قَدْ عَرَفْتُمْ الَّذِي كَانَ مِنْ أَمْرِكُمْ وَقَدْ وَلَدْتُ فَهُوَ ابْنُكَ يَا فُلَانُ تُسَمِّي مَنْ أَحَبَّتْ بِاسْمِهِ فَيَلْحَقُ بِهِ وَلَدُهَا لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَمْتَنِعَ بِهِ الرَّجُلُ وَنِكَاحُ الرَّابِعِ يَجْتَمِعُ النَّاسُ الْكَثِيرُ فَيَدْخُلُونَ عَلَى الْمَرْأَةِ لَا تَمْتَنِعُ مِمَّنْ جَاءَهَا وَهُنَّ الْبَغَايَا كُنَّ يَنْصِبْنَ عَلَى أَبْوَابِهِنَّ رَايَاتٍ تَكُونُ عَلَمًا فَمَنْ أَرَادَهُنَّ دَخَلَ عَلَيْهِنَّ فَإِذَا حَمَلَتْ إِحْدَاهُنَّ وَوَضَعَتْ حَمْلَهَا جُمِعُوا لَهَا وَدَعَوْا لَهُمْ الْقَافَةَ ثُمَّ أَلْحَقُوا وَلَدَهَا بِالَّذِي يَرَوْنَ فَالْتَاطَ بِهِ وَدُعِيَ ابْنَهُ لَا يَمْتَنِعُ مِنْ ذَلِكَ فَلَمَّا بُعِثَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ هَدَمَ نِكَاحَ الْجَاهِلِيَّةِ كُلَّهُ إِلَّا نِكَاحَ النَّاسِ الْيَوْمَ
_'Āisyah Radhiyallāhu Ta'āla 'anhā berkata:_
_"Sesungguhnya pernikahan pada zaman jāhilīyyah ada 4 model:_
_⑴ Sebagaimana nikahnya orang-orang sekarang, yaitu seorang datang melamar kepada calon mertua untuk menikahi putrinya (sebagaimana pernikahan kita sekarang dan dilestarikan oleh Islām)._
_⑵ Nikah istibdha' yaitu seorang lelaki tatkala istrinya hāidh dia tunggu sampai istrinya suci dari hāidh. Setelah suci, maka diutuslah istrinya ini kepada lelaki yang terkenal hebat yang ingin mencari keturunan._
_(Para ulama mengatakan, ini dilakukan oleh bukan orang Asyraf (Quraysh) tetapi kabilah-kabilah dengan nasab rendah.)_
_Setelah digauli oleh lelaki lain yang dinilai hebat, setelah pulang ke rumah, suaminya tidak boleh langsung menggauli istrinya sampai tahu bahwa istrinya hamil._
_⑶ Nikah ar rahtu, yaitu sekelompok orang lelaki (kurang dari 10 orang), mereka mendatangi seorang wanita dan semuanya menggauli wanita tersebut. Setelah wanita itu hamil dan melahirkan, maka wanita itu boleh memilih siapa bapaknya dan lelaki itu tidak boleh menolak meskipun wajahnya mirip dengan lelaki yang lain._
_⑷ Pernikahan terhadap wanita pezina. Dahulu wanita pezina ada memiliki ciri khusus, ada bendera merah di rumahnya, mengisyaratkan bahwa dia siap dizinahi. Maka datang banyak lelaki yang menzinai dan akhirnya hamil lalu melahirkan. Kemudian dilihat wajah anaknya mirip dengan lelaki mana yang pernah menggaulinya, maka itulah bapaknya._
(HR Bukhari: 4732)
Inilah model nikah yang pernah terjadi di zaman jāhilīyyah.
Kita cukupkan sampai disini saja, In syā Allāh  besok kita lanjutkan lagi.
Wabillāhi taufīq walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة


____________________________
 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 8

BimbinganIslam.com
Kamis, 27 Ramadhān 1438 H / 22 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bagian 8 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0208
~~~~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAGIAN 8 DARI 8)*

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ 
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار


Ikhwāni Fīllāh 'Azaniyallāhu wa iyyakum.
Bukan berarti semua kerusakan ada pada bangsa Arab, tapi ada juga sifat-sifat baik yang tersebar dikalangan mereka (orang-orang Arab).
Diantara sifat-sifat mereka yang mulia, yaitu:
√ Ringan tangan untuk membantu.
√ Memuliakan tamu.
Bahkan disebutkan jika salah seorang diantara mereka hanya memiliki 1 ekor unta saja dan unta itu merupakan sumber penghasilan mereka satu-satunya, ketika datang tamu dari jauh dan tidak ada yang bisa dia gunakan untuk memuliakan tamu tersebut, maka dia akan memotong unta tersebut untuk disuguhkan kepada tamunya.
Diantara orang jāhilīyyah yang terkenal mulia dan dermawan adalah:
⑴ 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i
'Amr bin Luhay Al Khuzā'i (pembawa kesyirikan pertama kali dikota Mekkah), dia memotong 10 ribu unta setiap tahun untuk jama'ah haji, ini luar biasa.
⑵ 'Abdullāh bin Jud'an
'Abdullāh bin Jud'an sangat dermawan dan terkenal kedermawanannya.
Dia meninggal sebelum Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diutus menjadi seorang Nabi, tetapi Nabi mendapati masa 'Abdullāh bin Jud'an ini.
Diantara kebaikannya adalah tatkala Syuhaib Ar Rūmi datang dalam kondisi menjadi budak, kemudian dibeli dan dibebaskan oleh 'Abdullah bin Jud'an, lalu tinggal bersamanya sampai 'Abdullāh bin Jud'an meninggal. Sehingga dikenal dengan Syuhaib maula Ibnu Jud'an karena yang membebaskan dia adalah 'Abdullāb bin Jud'an.
'Abdullāh bin Jud'an juga sering menyambung silaturahim dan sering mengundang tamu. Kalau ada masalah, orang-orang akan kumpul dirumahnya.
Bahkan ada perjanjian yang namanya Al Hilful Fudhul, yaitu ketika terjadi kezhaliman Mekkah dimana pada saat itu ada seorang yang menjual barang lalu barangnya diambil tetapi tidak dibayar oleh orang Quraysh, sehingga orang ini berteriak dan didengar oleh orang-orang Quraysh yang lain. Lalu mereka berkumpul dirumahnya 'Abdullah bin Jud'an untuk mengatasi masalah ini, sampai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengingat hal tersebut.
Nabi mengatakan:
 لَوْ دُعِيتُ إِلَيْهِ فِي الْإِسْلَامِ لَأَجَبْتُ  
_"Kalau seandainya saya sudah diutus menjadi Nabi kemudian diajak pertemuan seperti itu maka saya akan penuhi."_
Kenapa?
Karena baiknya 'Abdullāh bin Jud'an.
Bahkan disebutkan dalam suatu riwayat, Ibnu Katsīr menyebutkan dalam Al Bidayah wa An Nihāyah bahwa tatkala dalam perang Uhud, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyuruh para shahābat untuk mencari mayatnya Abū Jahl. Kemudian kata Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam):
"Kalau kalian ragu dia Abū Jahl atau bukan maka coba lihat lututnya, kalau ada bekas lukanya maka dia Abū Jahl. Karena waktu kami masih kecil pernah diundang makan oleh 'Abdullāh bin Jud'an. Kami rebutan makanan sehingga Abū Jahl jatuh dan lututnya luka dan sampai sekarang masih ada bekasnya."
Oleh karenanya dalam hadīts, 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā pernah bertanya kepada Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam :
يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ قَالَ  " لاَ يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ "
"Yā Rasūlullāh, bagaimana dengan 'Abdullāh bin Jud'an, dia adalah orang yang baik, yang menyambung silaturahim, memberi makan kepada tamu, memberi makan kepada orang-orang miskin, apakah bermanfaat bagi dia kebaikannya dahulu di zaman jāhilīyyah?"
Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
"Tidak bermanfaat, dia tidak pernah berdo'a kepada Allāh: Yā Allāh ampunilah dosa-dosaku pada hari kiamat kelak."
(Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 214)
Dia mati dalam keadaan musyrik sama seperti 'Amr bin Luhay, meskipun mereka orang yang sangat dermawan.
⑶ Al Hātim
Hātim adalah ayah Adi bin Hātim, Hātim adalah seorang yang sangat dermawan bahkan sering disebutkan cerita-cerita tentang kedermawannya, sampai dijadikan permisalan kedermawanan orang Arab. Dan anaknya, Adi bin Hātim (seorang shahābat) masuk Islām.
Anaknya pernah bertanya kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي كَانَ يَصِلُ الرَّحِمَ وَيَفْعَلُ وَيَفْعَلُ فَهَلْ لَهُ فِي ذَلِكَ يَعْنِي مِنْ أَجْرٍ قَالَ إِنَّ أَبَاكَ طَلَبَ أَمْرًا فَأَصَابَهُ
_"Yā Rasūlullāh, ayahku dulu menyambung silaturahim dan dia melakukan ini dan ini, apakah dia dapat pahala?"_
_Maka kata Nabi:_
_"Sesungguhnya ayahmu melakukan itu semua karena dia mencari sesuatu dan dia mendapatkan sesuatu tersebut."_
(Hadits Riwayat Ahmad nomor 18576)
Dalam riwayat yang lain kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata:
إِنَّ أَبَاكَ أَرَادَ أَمْرًا فَأَدْرَكَهُ
_"Ayahmu dahulu mencari sesuatu, lalu ia pun mendapatinya."_
(Hadits Riwayat Ahmad nomor 17550)
==> Mencari sesuatu yaitu karena ingin dipuji sehingga tidak bermanfaat seluruh kebaikannya karena riyā.
⇒ Inilah diantara kebaikan-kebaikan orang Arab di zaman jāhilīyyah.
Diantara sifat baik dan mulia orang Arab jāhilīyyah yang lain adalah:
√ Menepati janji, mereka bila berjanji selalu memenuhi janjinya.
√ Keberanian mereka. 
√ Kejujuran mereka, mereka menganggap dusta merupakan perkara yang sangat menjatuhkan harga diri seseorang, mereka sangat menjunjung tinggi kejujuran meskipun mereka terjerumus dalam kerusakan yang lain.
Dari sini, kita tahu bahwasanya kondisi orang Arab sangat parah, dari sisi agama dan akhlaq sangat parah dan rusak, meskipun ada sisi akhlaq yang baik.
Oleh karena itu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
_"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia."_
Artinya, sudah ada akhlaq yang mulia dikalangan orang-orang jāhilīyyah dan disempurnakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla agar dipupuk dan dikembangkan.
Karena kondisi umat seperti itu, maka saatnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengutus Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam untuk memperbaharui agama nenek moyangnya (yaitu) agama Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām (agama Tauhīd) dan juga agama Nabi Ismā'īl 'alayhissalām.
In syā Allāh, kita lanjutkan pembahasan kita tentang nasab Nabi dan juga Kelahiran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan perkara-perkara yang berkaitan dengan sirah Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Demikian saja yang bisa saya sampaikan. Kita cukupkan sampai disini saja, In syā Allāh  besok kita lanjutkan lagi.
Wabillāhi taufīq walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة 

_____________________
 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 7

BimbinganIslam.com
Rabu, 26 Ramadhān 1438 H / 21 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 7 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0207
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAG 7 DARI 8)*

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة 
إِنَّ الْحَمْدَ لله, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ الله فَلاَ 
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار


Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum.
Sekarang kita melihat kondisi sosial di kota Mekkah sebelum datangnya Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam. Diantara kerusakan yang terjadi di zaman jāhilīyyah adalah adalah wa'dul banāt, yaitu mengubur anak perempuan hidup-hidup.
Diantara sebab kenapa mereka menguburkan anak perempuan hidup-hidup:
⑴ Takut miskin, karena anak wanita tidak bisa kerja, mereka ingin punya anak lelaki yang bisa bekerja dan mencari rizqi.
Allāh berkata:
وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
_"Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kami yang memberi rizqi kepada kalian dan kepada anak-anak kalian."_
(QS Al Isrā: 31)
Kata Allāh:
وَإِذَا الْمَوْؤُودَةُ سُئِلَتْ .بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ 
_"Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh,"_
(QS At Takwīr: 8-9)
Ketika anak-anak wanita dikubur/dibunuh tanpa dosa yang mereka lakukan.
Diantara sebab mereka membunuh anak-anak, disebutkan, telah menjadi adat istiadat diantara mereka.
Disebutkan, dahulu ada kabilah entah apa nama kabilahnya, terjadi peperangan antara kabilah ini dengan kabilah yang lain. Tatkala terjadi pertemuan, putri dari kepala kabilah diambil oleh musuhnya dan ditawan.
Dikisahkan wanita tersebut jatuh cinta kepada salah seorang anggota musuh, maka mereka pun menikah. Ketika ayahnya ingin mengambil anaknya, anaknya tidak mau kembali karena sudah jatuh cinta dan menikah dengan musuh tersebut.
Maka ayahnya jengkel dan bersumpah jika memiliki anak perempuan, anak perempuan itu akan dibunuh, mereka tidak mau terjadi kehinaan seperti itu lagi.
Maka mulailah, begitu lahir anak perempuan, mereka bunuh, begitu seterusnya sampai terjadi kebiasaan di kalangan orang Arab, diantara sebabnya adalah takut hina.
⑵ Mereka mengetahui bahwa kalau anak laki-laki akan mendatangkan kekuatan dan bisa dibanggakan, dengan memiliki pengikut laki-laki yang banyak.
Sedangkan jika pengikutnya banyak wanita maka tidak ada faidahnya. Yang bisa berperang adalah anak laki-laki dan malu jika punya anak perempuan.
Cara mereka membunuh anak perempuan ada 2 cara, menurut para ulamā :
⑴ Begitu lahir langsung dibunuh.
⑵ Ditunggu sampai anak tersebut sudah besar, bahkan disebutkan sampai ada laki-laki yang ingin menikahinya baru dibunuh.
Ini kebiadaban yang dilakukan oleh sebagian orang Arab (bukan keseluruhan orang Arab).
Oleh karena itu, para shahābat tidak dikenal mereka dahulu membunuh anak-anak mereka.
Adapun riwayat bahwasanya 'Umar bin Khaththab membunuh anaknya adalah riwayat yang lemah.
Dan anehnya, benci terhadap anak perempuan itu terwariskan sampai sekarang.
Kita dapati sebagian kaum muslimin, kalau yang lahir anak perempuan maka dia jengkel, istrinya dimarahi, kenapa anaknya perempuan, padahal bukan kesalahan istrinya.
Bahkan ada yang diceraikan karena anaknya perempuan terus, kemudian menikah lagi.
⇒ Jika diantara kita ada rasa benci tatkala dikaruniai anak perempuan maka itu merupakan warisan jāhilīyyah. 
Oleh karenanya Allāh muliakan anak wanita, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:
"Barangsiapa yang memelihara anak perempuan maka akan penghalang dari neraka."
Dan ini semua sudah ditaqdirkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Allāh menyebutkan diantara sifat mereka, kalau mereka tidak bunuh (anak-anak wanita) maka mereka dalam keadaan malu dan jengkel.
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ سَاء مَا يَحْكُمُونَ(59)
_"Kalau diberi kabar kepada mereka bahwasanya anaknya perempuan maka wajahnya hitam,  dan dia sangat marah. Sembunyi dari kaumnya, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya._
_Apakah dia akan memelihatanya dengan penuh kehinaan ? Ataukah akan menguburnya ke dalam tanah (hidup-hidup) ? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan."_
(QS An Nahl: 58-59)
Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum.
Kemudian diantara kerusakan bangsa Arab adalah terjadi banyak peperangan. Gara-gara masalah sepele terjadi peperangan.
Bahkan disebutkan ada beberapa model peperangan, ada nama-namanya khusus karena sebabnya sangat sepele.
Diantaranya disebutkan oleh ahli sejarah adalah peperangan yang disebabkan karena seekor unta, antara Bani Bakr dan Bani Taqlib.
Jadi, pimpinan Bani Bakr memukul seekor unta milik seekor wanita Bani Taqlib, menyebabkan unta tersebut berdarah sampai kemudian darahnya bercampur dengan susunya, sehingga membuat emosi wanita tersebut akhirnya wanita ini bisa membuat marah kabilahnya.  Sehingga  terjadilah peperangan bertahun-tahun. Terbunuh ribuan orang gara-gara seekor unta.
Awalnya Bani Taqlib mengamuk dan membunuh 1 orang dari Bani Bakr. Lalu Bani Bakr tidak terima akhirnya terjadi peperangan, sampai dikenal namanya Harbul Busus, Allāhu a'lam (Busus nama wanita pemilik unta).
Diantara peperangan lain yang terjadi adalah gara-gara seekor kuda.
Disebutkan ada lomba balap kuda, kemudian berlarilah 2 pemilik kuda untuk balapan. Tatkala kuda satunya akan menang, dipukul mukanya oleh pemilik kuda satunya, akhirnya tidak jadi menang dan dia yang menang. Setelah selesai perlombaan maka terjadi peperangan antara 2 kabilah itu, akhirnya ribuan yang terbunuh.
Dan terkadang kita mendengar hal seperti ini. Gara-gara bola, saling mengejek lalu saling membunuh, bahkan negara mengejek negara, ini sangat memalukan.
Inilah diantara kerusakan-kerusakan yang terjadi di bangsa Arab sebelum diutusnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Kita cukupkan sampai disini saja, In syā Allāh  besok kita lanjutkan lagi.
Wabillāhi taufīq Walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
____________________________


 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;

 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 5

BimbinganIslam.com
Senin, 24 Ramadhān 1438 H / 19 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 5 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0205
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAG 5 DARI 8)*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ لله, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ الله فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار
Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum.
Inilah kesyirikan yang terjadi, harus ada suatu simbol yang mereka ibadahi. Sampai-sampai kalau mereka tidak sempat membuat patung, maka mereka cari cara yang lain.
Dalam Shahīh Bukhāri, Abū Raja'  'Athāridi, dia adalah seorang tābi'īn yang hidup di zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Hanya saja saat di zaman Nabi dia tidak masuk Islām, bahkan sempat ikut Musailamah Al Kadzab, dan masuk Islām setelah Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam wafat.
Dia pernah bercerita bagaimana dahulu mereka menyembah patung. Dia berkata:
كنا نعبد الحجر فإذا وجدنا حجراً هو خير منه ألقيناه وأخذنا الآخر،
_"Kami dahulu menyembah patung. Kami jadikan batu sebagai patung, dan jika kami dapati ada batu yang lebih bagus maka batu ini (maksudnya patung yang lama) kami buang."_
Mereka tidak meyakini bahwa patung ini yang menciptakan, tidak! 
Jangan kita anggap orang Arab dahulu begitu bodohnya meyakini patung menciptakan alam semesta, tidak. Patung itu hanya simbol. Dan jika ada simbol yang lebih bagus, maka simbol yang lama dibuang.
Disebutkan oleh para ahli sejarah, sampai-sampai kalau mereka mau safar, mereka mengusap dahulu patungnya baru bersafar, supaya tenang. Dan sepulangnya dari safar, patung itu diusap lagi. Jadi sangat tergantung dengan simbol tersebut.
Kata Abū Rajā 'Athāridiy:
فإذا لم نجد حجراً جمعنا حثوة من تراب ثم جئنا بالشاة فحلبنا عليه ثم طفنا به
_"Kalau kami tidak temukan batu (untuk dijadikan Tuhan), maka kami mengumpulkan pasir, kami masukkan dalam suatu tempat (kantung), setelah itu kami datangkan kambing lalu kami perah susunya sehingga air susu itu jatuh di atas kumpulan pasir supaya agak mengeras, setelah itu kami thawāf disekeliling patung-patung tersebut."_
Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan dalam Al Qurān bahwasanya patung-patung tersebut bukanlah tuhan, tetapi hanya sekedar dituhankan.
Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:
إلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآَبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ الله بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ 
_"(Apa yang kalian sembah itu) hanyalah sekedar batu-batu yang kalian dan nenek moyang kalian namakan sebagai tuhan. Allāh tidak pernah menurunkan dalīl bahwasanya itu adalah tuhan (atau wakil tuhan atau simbol tuhan, tidak ada dalīl nya)."_
( QS An Najm: 23)
Oleh karenanya, aneh bagi orang yang menjadikan patung-patung itu sebagai tuhan. Lihatlah kebodohan mereka sampai menjadikan batu sebagai tuhan.
Disebutkan ada seorang Arab, tatkala dia ingin menyembah tuhannya, tiba-tiba dia melihat ada 2 ekor anjing atau serigala yang mengencingi tuhannya, maka dia protes, dia mengatakan:
أَرَبٌّ يَبُولُ الثُّعْلُبَانُ بِرَأْسِهِ لَقَدْ ذَلَّ مَنْ بَالَتْ عَلَيْهِ الثَّعَالِبُ
_"Apakah ada tuhan yang kepalanya dikencingi oleh anjing? sungguh hina tuhan yang dikencingi oleh anjing."_
Lalu dia berfikir lagi, "Apakah dia pantas menjadi tuhan?"
Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum.
Inilah bentuk kesyirikan.
Diantara bentuk kesyirikan lain yang tersebar di jazirah Arab seperti penyembahan terhadap jin.
Allāh sebutkan dalam Al Qurān:
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
_"Dan dahulu ada sebagian manusia yang mereka meminta perlindungan kepada jinn maka semakin menambah kekufuran mereka dan semakin menambah kesombongan para jin."_
(QS Jinn: 6)
Disebutkan dalam buku-buku tafsir, mereka dahulu tatkala melewati suatu lembah dan mereka khawatir ada jin-jin yang mengganggu mereka maka mereka berkata:
نعوذ بسيد هذا الوادي من سفهاء قومه
_"Kami berlindung kepada pimpinan lembah ini supaya tidak diganggu oleh anak buahnya."_
Kalau mereka telah membaca do'a seperti itu, tenanglah hati mereka karena merasa tidak akan ada yang mengganggu. Ini kesyirikan!
⇒ Kata Allāh, " فَزَادُوهُمْ رَهَقًا " , menambah kesombongan jinn.
⇒ Dalam tafsir lain, " فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ", diartikan semakin menambah kekufuran mereka (manusia-manusia)
Dan ini banyak tersebar di tanah air kita, kalau mau melewati jembatan harus minta izin atau memberi kode.
Kesyirikan lain yang ada pada bangsa Arab adalah tathayyur, yaitu mengkaitkan nasib sial dengan suatu yang dilihat atau didengar.
Disebutkan, orang-orang jāhilīyyah dahulu, tatkala hendak bersafar, mereka pergi ke sejenis burung tertentu lalu mereka usir burung tersebut. Kalau burung itu terbang ke arah kanan maka mereka bersafar, namun kalau burungnya terbang ke arah kiri maka mereka tidak jadi safar karena takut sial.
Mereka juga bertathayyur dengan bulan Shafar (bulan sial).
Dan banyak tathayyur mereka, in syā Allāh  kita akan sampaikan pada waktunya, ini hanya sekedar memberikan gambaran umum tentang kesyirikan-kesyirikan yang dahulu terjadi.
Segala bentuk kesyirikan yang terjadi sekarang, seperti menyembelih untuk jin, menyembelih untuk selain Allāh, semua telah dilakukan oleh orang-orang musyrikin zaman dahulu.
Jadi secara keagamaan, terjadi kerusakan yang amat parah di kota Mekkah.
Kita cukupkan disini saja, In syā Allāh  besok kita lanjutkan kembali.
Wabillāhi taufīq wal hidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
____________________________
 



Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 4

BimbinganIslam.com
Kamis, 20 Ramadhān 1438 H / 15 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 4 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0204
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAG 4 DARI 8)*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ لله, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ الله فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار
Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum.
Apa yang dilakukan oleh 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i, dengan mengkeramatkan unta-unta, diabadikan oleh Allāh dalam surat Al Māidah ayat 103.
Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:
ما جَعَلَ اللَّهُ مِن بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ 
_"Allāh tidak pernah membuat syari'at yang namanya bahīrah, sāibah, washīlah dan hām (ini nama-nama unta atau kambing yang dikeramatkan).
Misalnya ada unta yang beranak 4 atau 5 kali berturut-turut, maka unta-unta tersebut tidak boleh diganggu (seperti tidak boleh diperas susunya, tidak boleh ditunggangi, tidak boleh dipotong).
Ini adalah awal dari kesyirikan.
Awalnya mengkeramatkan unta yang tidak dikeramatkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan melarang untuk memotong unta tersebut, padahal dihalalkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla
Bahkan Al Hāfizh Ibnu Katsīr rahimahullāh dalam perkataannya yang indah dalam kitābnya Al Bidāyah wan Nihāyah, beliau menjelaskan bahwasanya 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i melakukan ini semua dalam rangka persangkaan sebagai rahmat bagi hewan-hewan.
Kata Al Hāfizh Ibnu Katsīr rahimahullāh:
وما كانوا ابتدعوه من الشرائع الباطلة الفاسدة التي ظنها كبيرهم عمرو بن لحي - قبحه الله - مصلحة ورحمة بالدواب والبهائم
_"Dan bid'ah-bid'ah yang mereka lakukan dari syari'at-syari'at yang bathil dan rusak yang dipersangka oleh pembesar mereka 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i, semoga Allāh memburukkan wajahnya, sebagai suatu mashlahat dan sebagai suatu bentuk rahmat kepada hewan-hewan."_
⇒ Zhahirnya bagus, unta ini sudah melahirkan anak betina 5 kali berturut-turut, ini berjasa sehingga tidak boleh disentuh dan diperas susunya karena dia sudah berjasa melahirkan anak betina 5 ekor.
Ini tampaknya mashlahat dan rahmat, tetapi adalah bid'ah yang sesat dan awal kesyirikan yaitu mengkeramatkan hewan-hewan yang tidak dikeramatkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Maka, setelah itu kesyirikan berkembang. Mulai dari penyembahan terhadap patung-patung yang mereka jadikan washilah antara mereka dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Dari sini wajar kalau kita tahu bahwasanya orang-orang Arab dahulu meskipun mereka di zaman jāhilīyyah, mereka mengenal Allāh, itu wajar.
Kenapa?
Karena mereka mengenal Ka'bah, mengenal dakwah tauhīd sebelumnya.
Dan diantara sisa-sisa dari ajaran Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām yang masih tersisa pada mereka, mereka mengenal Allāh sebagai Pencipta. Maka jangan disangka orang-orang musyrikin tidak mengenal Allāh, mereka kenal.
Kalau kita tahu sejarah tentang perjalanan Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām, Nabi Ismā'īl 'alayhissalām sampai Jurhum, Khuza'ah dan Quraysh, maka kita tahu bahwasanya wajar jika mereka mengenal Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Allāh mengatakan dalam Al Qurān:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ 
_"Kalau engkau bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi, maka sungguh-sungguh (benar-benar) mereka mengatakan yang menciptakan adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla."_
(QS Az Zumār: 38)
Oleh karenanya mereka berhaji, sejak zaman sebelum Nabi Muhammad, sejak zaman nenek moyang.  Jangan heran mereka juga bertalbiyah.
Oleh karenanya dalam shahīh Muslim, tatkala Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam melihat orang-orang Quraysh thawāf di Ka'bah kemudian mereka bertalbiyah, "Labbaik Allāhumma labbaik, Labbaik lā syarīka laka Labbaik (Yā Allāh, kami penuhi panggilan-Mu, yā Allāh, Yā Allāh tidak ada syarikat (sekutu) bagimu),"
maka kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
"Sudah cukup, jangan ditambah lagi talbiyahnya."
Maka mereka tambahkan:
إلا شريكا هو لك تملكه وما ملك 
_"Kecuali syarikat yang Engkau bolehkan yā Allāh, yang Engkau kuasai dan dia tidak menguasai apa-apa."_
⇒ Mereka juga bertalbiyah tetapi talbiyah mereka ada kesyirikan. Mereka mengakui Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Lantas kenapa mereka menyembah patung-patung?
Patung-patung itu hanya simbol dari orang-orang shālih, simbol yang mendekatkan mereka kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Oleh karenanya mereka berkata sebagaimana Allāh abadikan dalam Al Qurān:
 مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_"Kami tidak menyembah mereka kecuali untuk mendekatkan kami kepada Allāh dengan sedekat-dekatnya."_
(QS Az Zumār: 3)
⇒ Ini asal kesyirikan mereka dalam rangka untuk mengagungkan Allāh tetapi melalui perantara.
Oleh karenanya Ar Razzi, salah seorang mufassir dari kalangan madzhab Syāfi'iyah, dalam kitābnya Mafātihul Ghāib atau tafsir Ibnu kabīr, dia sebutkan:
"Orang-orang musyrikin dahulu, mereka menyembah penghuni kubur atau mereka menyembah patung-patung, dalam rangka mereka menyangka, kalau melalui perantara ini maka permintaan mereka segera dikabulkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla."
Lebih mudah dikabulkan daripada langsung kepada Allāh karena melalui perantara-perantara yang dekat dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan:
ِ
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ
_"Dan jika hamba-Ku bertanya kepada engkau wahai Muhammad, katakanlah Aku dekat, Aku penuhi (kabulkan) doa orang yang berdo'a kepadaKu."_
(QS Al Baqarah: 186)
⇒ Tidak perlu lewat perantara, langsung saja kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Oleh karenanya ikhwān dan akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Kita perlu mengenal sejarah tentang kesyirikan yang terjadi sebelum datangnya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan juga setelah datangnya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, agar kita tidak terjerumus ke dalam kesyirikan-kesyirikan tersebut.
Dan patung-patung yang mereka sembah berbeda-beda, masing-masing punya Tuhan sendiri-sendiri. Di Mekkah ada patungnya sendiri, di Thā'if ada patungnya sendiri, di Madīnah ada patungnya sendiri.
Di Mekkah ada 2 patung yang terkenal, diantaranya disebut dengan Al 'Uzza dan Hubal, di Mekkah banyak patung sehingga mereka berkreasi membuat sesembahan-sesembahan.
Patung ini mewakili untuk ini, dan patung lain untuk ini, masing-masing punya fungsi sendiri-sendiri, sama seperti dewa-dewa pada keyakinan orang-orang Hindu (misalnya) dan orang-orang musyrikin.
Dan ini tidak benar. Namanya Tuhan, semua fungsi ditangan Dia, Tuhan Maha Sempurna.
Orang musyrikin juga memiliki Tuhan yang bermacam-macam, sebagaimana kata Ibnu 'Abbās dalam Shahīh Bukhāri:
كَانَ الَّلاَتُ رَجُلاً يَلُتُّ سَوِيقَ الْحَاجِّ
_"Latta dahulunya adalah orang shālih, (diantara kebiasaan dia adalah suka) membuat adonan makanan lalu dia bagi-bagikan kepada jama'ah haji."_
(Hadits riwayat Bukhari nomor 4481 versi Fathul Bari nomor 4859)
==> Maka tatkala dia meninggal dibuatlah patung di kuburannya.
Kemudian di Madīnah yang disembah oleh suku Aus dan suku Khazraj adalah Al Manāt.
Dan di Ka'bah ada sekitar 360 patung yang nanti akan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam hancurkan tatkala Fathu Makkah. Sebelumnya Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak mampu menghancurkan.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam shalāt di Ka'bah, ada patung-patung. Namun Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam hanya mampu menghancurkannya setelah Fathu Makkah.
جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
_"Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap."_
(QS Al Isrā: 81)
Kita cukupkan disini saja, In syā Allāh  besok kita lanjutkan lagi.
Wabillāhi taufīq walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة


----------------------------------------------
 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 http://cintasedekah.org/program-cinta-sedekah/
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 3

BimbinganIslam.com
Rabu, 19 Ramadhān 1438 H / 14 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 3 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0203
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAG 3 DARI 8)*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ الله, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ الله فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار
Ikhwāni fīllāh azaniyallāhu wa iyyakum
Awal kesyirikan terjadi di Mekkah dilakukan oleh Amr bin Luhay Al Khuza'i dari Bani Khuzā'ah. Dia adalah orang yang sangat dermawan, luar biasa kedermawanannya.
Dan telah disebutkan kisahnya oleh para ulamā diantaranya seperti Al Azraqi dalam Al Akhbar Makkah.
Demikian juga dinukil oleh Imām Ibnu Katsīr rahimahullāh dalam kitābnya Al Bidayah wa An Nihāyah.
⇒ Diantara kedermawanannya, dia adalah orang yang pertama kali memberi makanan dan minuman kepada jama'ah haji dengan gratis.
Bahkan disebutkan kata Ibnu Katsīr:
ربما ذبح أيام الحجيج عشرة آلاف بدنة
_"Bisa jadi ('Amr bin Luhay ini) kalau musim haji dia menyembelih 10 ribu ekor unta untuk jama'ah haji."_
Dan diantara kebaikannya yang lain adalah dia juga membagi pakaian kepada jama'ah haji.
Maka dia adalah orang yang sangat terpandang, dihormati oleh orang-orang Arab tatkala itu. Seluruh perkataannya didengar. Maka wajar jika kemudian, ketenaran dan kebaikannya tersebar seantero Jazirah Arab.
Namun, dialah yang pertama kali membuat bencana di negeri Arab.
Di Mekkah dahulu telah terjadi kemaksiatan dan kezhaliman serta perzinahan, namun belum terjadi kesyirikan. Kesyirikan pertama kali dilakukan oleh 'Amr bin Luhay bin Al Khuza'i.
Disebutkan, dia pergi bersafar ke negeri Syām dan di negeri Syām sudah terjadi kesyirikan. Ternyata dia mendapati penduduk negeri Syām menyembah berhala-berhala.
Kemudian dia bertanya:
"Apa yang kalian sembah ini?"
Mereka mengatakan:
"Ini patung-patung, dengan washilah patung-patung ini, kalau kami minta hujan maka tuhan kami menurunkan hujan."
Kemudian dia minta hadiah dan dia bawa pulang ke Mekkah. Mulailah dia mengajak orang-orang untuk mencoba ibadah ini.
Karena perkataan dia didengar oleh orang maka mereka ikut-ikutan. Akhirnya jadilah adat istiadat menyembah patung.
Dan sebelum dia membawa kebiasaan menyembah patung, pertama kali kesyirikan yang dia lakukan adalah khurafat.
Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam suatu hadīts shahīh yang dikeluarkan oleh Bukhāri, dari hadīts Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu dan juga dari hadīts 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā, kata:
وَلَقَدْ رَأَيْتُ جَهَنَّمَ يَحْطِمُ بَعْضُهَا بَعْضًا، حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَأَخَّرْتُ، رَأَيْتُمُونِي تَأَخَّرْتُ وَرَأَيْتُ فِيهَا ابْنَ لُحَيٍّ وَهُوَ الَّذِي سَيَّبَ السَّوَائِبَ 
_Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam suatu saat shalāt kemudian mundur (para shahābat heran kenapa mundur), kata Nabi:_
_"Aku diperlihatkan oleh Allāh neraka Jahannam yang apinya menghantam satu dengan yang lainnya. Aku melihat dalam neraka Jahannam ada 'Amr bin Luhay dan dia adalah orang yang telah mengkeramatkan unta."_
(Hadīts Shahīh Bukhāri nomor 3260, versi Fathul Bāri nomor 3521)
Dalam hadīts lain riwayat Abū Hurairah, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
 رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ عَامِرٍ الْخُزَاعِيَّ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ ، كَانَ أَوَّلَ مَنْ سَيَّبَ السَّوَائِبَ  
_"Aku melihat 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i menggeret ususnya di dalam neraka karena dia adalah orang yang pertama kali mengkeramatkan unta-unta."_
Dalam riwayat Ahmad nomor 14272, kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
وَرَأَيْتُ فِيهَا لُحَيَّ بْنَ عَمْرٍو يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ ، وَأشْبَهُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ مَعْبَدُ بْنُ أَكْثَمَ الْكَعْبِيُّ فقَالَ مَعْبَدٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيُخْشَى عَلَيَّ مِنْ شَبَهِهِ وَهُوَ وَالِدِي ؟ قَالَ : " لا ، أَنْتَ مُؤْمِنٌ ، وَهُوَ كَافِرٌ " ، وَكَانَ لُحَيٌّ أَوَّلَ مَنْ حَمَلَ الْعَرَبَ عَلَى عِبَادَةِ الأَصْنَامِ .
_"Aku melihat di dalamnya Luhay bin 'Amr menggeret ususnya di dalam neraka dan wajahnya mirip dengan Ma'bad bin Aktsam."_
⇒ Ada seorang shahābat namanya Ma'bad bin Aktsam, wajahnya sangat mirip dengan 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i.
Maka Ma'bad ini bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيُخْشَى عَلَيَّ مِنْ شَبَهِهِ وَهُوَ وَالِدِي
_"Yā Rasūlullāh, apakah dikhawatirkan (juga) orang yang mirip dengan dia? Dia adalah nenek moyangku." (Karena dia adalah dari keturunannya 'Amr bin Luhay)._
Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
لا ، أَنْتَ مُؤْمِنٌ ، وَهُوَ كَافِرٌ
_"Tidak, engkau berimān sementara dia orang kāfir."_
وَكَانَ لُحَيٌّ أَوَّلَ مَنْ حَمَلَ الْعَرَبَ عَلَى عِبَادَةِ الأَصْنَامِ .
_"Dan dia adalah orang yang pertama kali mengumpulkan orang-orang Arab untuk menyembah berhala."_
Kita cukupkan disini saja, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi, wabillāhi taufīq walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة


-------------------------------------
 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 http://cintasedekah.org/program-cinta-sedekah/
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 2

BimbinganIslam.com
Selasa, 18 Ramadhān 1438 H / 13 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 2 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0202
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM (BAG 2 DARI 8)
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار
Para Ikhwān dan Akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Alhamdulillāh, kita masuk tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Di zaman kabilah Khuza'ah inilah terjadi kesyirikan yang dibawa oleh pemimpin mereka yang bernama 'Amr bin Luhay Al Khuzā'i (nanti akan kita sebutkan tentang kisahnya). Dan Khuzā'ah menguasai urusan Ka'bah sekitar 300 tahun atau sampai ada yang mengatakan 500 tahun.
Tatkala itu kemana anak-anaknya Nabi Ismā'īl 'alayhissalām?
Anak-anaknya Nabi Ismā'īl 'alayhissalām akhirnya menjadi orang-orang (suku) Quraisy.
Tatkala terjadi peperangan, anak-anaknya Ismā'īl 'alayhissalām, mereka menjauh dan tidak mengikuti peperangan.
Di masa pemerintahan Khuzā'ah menguasai Ka'bah, maka mulailah ada seorang diantara mereka yang bernama Qushay bin Kilāb, nenek moyangnya Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.
⇒ Nama Nabi Muhammad adalah Muhammad bin 'Abdullāh bin 'Abdil Muththalib bin Hāsyim bin 'Abdi Manaf bin Qushay bin Kilāb.
Jadi Qushay ini adalah orang yang pertama dari nenek moyang Nabi yang mengumpulkan orang-orang Quraisy untuk berkumpul di kota Mekkah menyusun kembali kekuatan mereka. Mereka adalah keturunan Nabi Ismā'īl 'alayhissalām yang tersebar kemudian dikumpulkan oleh kakek moyang mereka yang bernama Qushay bin Kilāb.
Akhirnya setelah mereka memiliki kekuatan kemudian mereka dibantu oleh Qudha'ah maka mereka mulai menyerang Bani Khuzā'ah untuk kembali merebut Ka'bah, karena sebenarnya yang berhak menguasai Ka'bah adalah Nabi Ismā'īl 'alayhissalām.
Bukankah Jurhum yang datang pertama kali menemui Hajar. Hajar mengatakan, "Ini air milik kami, kalian hanya bertamu ditempat kami."
Jadi yang berhak menguasai adalah Hajar dan Ismail.
Oleh karenanya sebenarnya yang menguasai adalah anak-anak keturunan Ismā'īl 'alayhissalām yaitu orang-orang Quraisy.
Maka tatkala Qushay berhasil mengumpulkan orang-orang Quraisy bersama dibantu kabilah yang lain maka mereka pun menyerang Khuzā'ah dan akhirnya Khuzā'ah pun terkalahkan saat itu.
Maka kepengurusan Mekkah beserta Ka'bah dipegang oleh orang-orang Quraisy yang dipimpin oleh Qushay bin Kilāb (kakek moyangnya Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam).
Kemudian Qushay bin Kilāb membagi kepengurusan Ka'bah dengan bentuk pemerintahan kecil-kecilan, yaitu:
√ Ada bagian tentang siqāyah, memberi minuman kepada jama'ah haji.
√ Tentang rifadhah (memberi makanan kepada jama'ah haji).
√ Tentang hijabah (tentang Ka'bah, kapan Ka'bah dikasih Kiswah misalnya, kapan Ka'bah dibuka atau ditutup pintunya).
√ Tentang liwā' (orang yang memegang kepemimpinan di dalam peperangan).
⇒ Qushay bin Kilāb membagi kepengurusan Ka'bah ini kepada anak-anaknya.
Tatkala Qushay bin Kilāb telah mencapai masa tua, maka dia memberikan kepengurusan kepada anaknya yang tertua yaitu 'Abduddār.
Qushay bin Kilāb memiliki 4 orang anak: 
⑴ 'Abduddār
⑵ 'Abdul Manāf (kakek moyang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam)
⑶ 'Abdusysyams
⑷ 'Abd
Tatkala 'Abduddār meninggal dunia maka terjadi perselisihan diantara anak-anak mereka. Anak-anak 'Abduddār berselisih dengan anak-anak 'Abdul Manāf.
Maka merekapun  terpecah menjadi 2 golongan, sebagian mendukung anak-anak 'Abduddār dan sebagian mendukung anak-anak 'AbdulManaf dan mereka saling membuat sekutu, bahkan mereka bersumpah.
⇒ Ada yang disebut Halful Muthayyibīn, yaitu anak-anaknya 'Abdul Manāf. Mereka berkumpul kemudian mereka mencelupkan tangan mereka di sebuah tempat yang berisi minyak wangi maka dikenal dengan Muthayyabīn. Kemudian bersumpah untuk berperang melawan saudara-saudara mereka sendiri.
⇒ Sementara anak-anak 'Abduddār bersama kelompoknya mereka bersumpah juga dengan cara yang sama, namun bukan dengan minyak wangi, tetapi dengan darah, mencelupkan tangan mereka ke darah, dan bersumpah untuk melawan saudara mereka sendiri.
Terjadi perselisihan namun akhirnya merekapun damai dan mereka bersepakat bahwasanya rifadah dan siqāyah diberikan kepada Bani 'Abdil Manāf.
Mereka tahu, kepengurusan terhadap Ka'bah adalah perkara yang mulia. Sejak dahulu mereka mengagungkan Ka'bah.
Padahal nanti kita bacakan sejarah mereka, bukan mereka mendapatkan uang dari Ka'bah tetapi mereka mengeluarkan uang untuk memberi makanan dan minuman kepada jama'ah haji dan ini kebanggaan, untuk mereka.
Bahkan mereka rela berbunuh-bunuhan demi memperoleh kebanggan ini. Ini terjadi sudah sejak zaman dahulu.
Karenanya, setelah mereka damai, maka pembagian tugas dibagi 2,
⑴ Bagian siqāyah dan rifadah (memberi makanan dan minuman) diberikan kepada Bani 'Abdul Manaf.
⑵ Adapun mengenai kepengurusan Ka'bah, masalah peperangan, liwa', sadana dan hijabah, kunci Ka'bah diserahkan kepada Bani 'Abduddār.
Maka damailah mereka.
Di situlah muncul seorang yang bernama Hāsyim. Hāsyim adalah putranya 'Abdul Manāf (kakek moyang Nabi). Hāsyimlah yang memegang siqāyah dan rifadah, maka diapun yang terkenal tatkala itu di Jazirah Arab. Namanya terkenal baik karena memberi makanan dan minuman. Hāsyim terkenal sebagai orang yang sangat baik.
Setelah Hāsyim meninggal dunia maka diserahkan kepada saudaranya Al Muthallib.
Jadi  'Abdul Manaf mempunyai 4 orang anak laki-laki, yaitu:
⑴ Hāsyim
⑵ Al Muththalib
⑶ 'Abdusysyams
⑷ Naufal
Kemudian Al Muththalib, setelah meninggal dunia diberikan kepada anaknya 'Abdul Muththalib (kakek Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam).
Waktu 'Abdul Muththalib meninggal dunia, diserahkan kepada anaknya, Al 'Abbas bin 'Abdil Muththalib (paman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam).
Inilah sekilas tentang bagaimana sejarah kakek moyang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Adapun kondisi keagamaan sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam maka penuh dengan kerusakan dan kesyirikan.
Memang ada sifat-sifat baik mereka, sebagaimana telah saya isyaratkan bahwasanya mereka adalah orang-orang yang mengagungkan Ka'bah, bangga bisa membantu memberi makan kepada jama'ah haji.
Kita cukupkan sampai sini saja, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
Wabillāhi taufīq walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

---------------------------------
 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Siroh Bab 2 bag. 1

BimbinganIslam.com
Senin, 17 Ramadhān 1438 H / 12 Juni 2017 M
Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bag. 1 dari 8)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0201
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM 01/08
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار
Para Ikhwān dan Akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Alhamdulillāh, kita masuk tentang sirah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, pembahasan tentang sejarah tokoh yang luar biasa, dia adalah Nabi kita, Muhammad  shallallāhu 'alayhi wa sallam yang beliau berkata:
 أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلا فَخْرَ
_"Aku adalah pemimpin seluruh anak Ādam pada hari kiamat kelak dan aku tidak sombong."_
(HR Tirmidzi nomor 3615)
Dan seorang muslim akan berbahagia ketika menyisihkan waktunya untuk mempelajari sejarah Nabinya (Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam), karena mempelajari sejarah Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam mendatangkan kebahagiaan dan akan menuntunnya kepada jalan kebahagiaan.
Kita telah membahas tentang asal muasal datangnya nenek moyang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam di kota Mekkah yaitu datangnya Nabi Ismā'īl 'alayhissalām yang kemudian kita jelaskan menikah dengan seorang wanita dari kabilah Jurhum.
Kabilah Jurhum dari kabilah Qahthani dari Yaman. Datang berhijrah ke Mekkah kemudian terjadi pernikahan antara Nabi Ismā'īl 'alayhissalām yang asalnya adalah bukan orang Arab.
Namun karena sejak kecil di Mekkah kemudian bergaul dengan orang-orang 'Arab (tatkala itu semua orang 'Arab, yang bukan orang Arab hanya Ismā'īl 'alayhissalām dan ibunya, Hajar), maka tumbuh dan berkembanglah Nabi Ismā'īl 'alayhissalām dengan menguasai bahasa Arab. Terlebih lagi akhirnya menikah dengan orang Arab.
Dari Ismā'īl 'alayhissalām kemudian lahir keturunannya yaitu Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Dan kita sebutkan pada pertemuan kemarin akhirnya Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām membangun Ka'bah bersama Nabi Ismā'īl 'alayhissalām.
Setelah membangun Ka'bah, merekapun berdo'a:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ 
_"Yā Rabb kami, terimalah amalan shālih kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."_
(QS Al Baqarah: 127)
Setelah itu tinggallah Nabi Ismā'īl 'alayhissalām di Mekkah kemudian memiliki banyak anak. Ibunya, Hajar sudah meninggal.
Kemudian sebagai seorang Nabi, beliau berdakwah di jalan Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Maka akhirnya tegaklah tauhīd di kota Mekkah.
Kemudian setelah Nabi Ismā'īl 'alayhissalām meninggal dunia, Ka'bah dan kepengurusan Ka'bah dipegang oleh kabilah Jurhum (kabilah dari istrinya), tidak dipegang oleh anak-anaknya Ismā'īl 'alayhissalām. Dan mereka menguasai Ka'bah dalam waktu yang lama.
Dan kita tahu orang-orang Arab mengagungkan Ka'bah karena berkat dakwah Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām dan Nabi Ismā'īl 'alayhissalā. Dan juga karena do'anya Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām maka semua orang mengagungkan Ka'bah. Dari berbagai penjuru jazirah Arab mendatangi Ka'bah, mereka beribadah mendatangi Ka'bah.
⇒ Jadi dakwah tauhīd sudah ada sejak zaman Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām dan Nabi Ismā'īl 'alayhissalām.
Akan tetapi ketika kepengurusan Ka'bah dipegang oleh kabilah Jurhum, lama-lama akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan sebagaimana yang disebutkan oleh ahli sejarah.
Mereka mulai tidak amanah. Banyak orang yang datang ke Ka'bah kemudian memberikan hadiah ke Ka'bah, dimasukkan ke dalam Ka'bah, akhirnya hadiah-hadiah tersebut dicuri oleh kabilah Jurhum. Demikian kondisi mereka.
Terjadi berbagai macam kemaksiatan dan kezhaliman, namun belum sampai terjadi kesyirikan.
Sampai-sampai terjadi hal yang sangat parah yaitu terjadi perzinahan di dalam Ka'bah yang dilakukan oleh 2 orang pemuda pemudi yang bernama Isaf dan Nailah. Mereka datang ke Ka'bah kemudian berzina di dalam Ka'bah, maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengutuk mereka berdua menjadi batu.
Kemudian patung Isaf dan Nailah ini salah satunya diletakkan di Bukit Shafa dan satunya diletakkan di Bukit Marwa, sudah ada sa'i tatkala itu.
Lama kelamaan kedua patung ini disembah, Subhānallah.
Di antara perkara yang menakjubkan, yang menunjukkan dimana kebodohan merajalela tatkala itu, bahwa 2 orang ini dikutuk oleh Allāh menjadi patung (karena berzina) di dalam Ka'bah namun akhirnya disembah oleh orang Arab jāhilīyyah tatkala itu.
Dan demikianlah kezhaliman terus berlangsung di Mekkah karena Ka'bah dan kota Mekkah dikuasai oleh kabilah Jurhum.
Sampai akhirnya datang kabilah yang lain dari negeri Yaman berhijrah ke kota Mekkah yang dipimpin oleh Tsa'labah bin 'Amr dan minta izin kepada kabilah Jurhum untuk tinggal bersama mereka di Mekkah. Akan tetapi mereka tidak diizinkan oleh kabilah Jurhum padahal sama-sama dari Yaman. Namun karena kabilah Jurhum sudah lama menguasai maka akhirnya ditolaklah Tsa'labah bin 'Amr.
Akhirnya Tsa'labah bin 'Amr  tidak terima, maka diapun mengumpulkan kabilahnya lalu mengadakan peperangan melawan kabilah Jurhum dan akhirnya kabilah Jurhum pun kalah tatkala itu. Akhirnya kekuasaan berpindah kepada Tsa'labah bin 'Amr dan para pengikutnya.
Setelah itu Tsa'labah disebutkan sakit, kemudian dia pergi ke negeri Syām, dan dia menyerahkan kekuasaan kota Mekkah (kepengurusan Ka'bah) kepada keponakannya Ibnu 'Aqih yang bernama Rabi'ah bin Al Hāritsah dan ini yang disebut dengan kabilah Khuzā'ah.
Oleh karenanya setelah kabilah Jurhum menguasai Ka'bah maka berpindah kepada kabilah yang lain yaitu kabilah Khuzā'ah. Di zaman kabilah Khuzā'ah inilah terjadi kesyirikan.
Kita cukupkan disini saja, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
Wabillāhi taufīq walhidayah.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

-----------------------------------
 Donasi *Program Dakwah Islam* Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;
 *INFAQ*       
 Bank Syariah Mandiri        (Kode Bank 451)
 7814 5000 17
a.n Cinta Sedekah Infaq
➡Konfirmasi transfer : http://cintasedekah.org/konfirmasi
-----------------------------------------

Kajian

IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH

🌍 BimbinganIslam.com 📆 Jum'at, 30 Syawwal 1442 H/11 Juni 2021 M 👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA 📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah  Fī...

hits