Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyyah BAB 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyyah BAB 3. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 September 2017

Siroh Bab. 3 bag. 5

BimbinganIslam.com
Jum’at, 02 Muharam 1439 H / 22 September 2017 M
 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 5 dari 5)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0305
~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI DI LUAR JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM DAN PERISTIWA TENTARA BERGAJAH BAGIAN 5 DARI 5*
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Kita perhatikan disini!
Kejadian dihancurkannya tentara bergajah, kata para ulamā sebenarnya merupakan muqaddimah untuk menunjukkan adanya mu'jizat yang sangat besar yaitu lahirnya Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Dengan terjadinya (dihancurkannya) pasukan tentara bergajah ini maka Quraisy menjadi semakin mulia.
Kenapa Quraisy semakin mulia?
Karena mereka (Quraisy) tidak melawan sama sekali melainkan Allāh yang membela mereka.
Tatkala Abrahah berjalan dari Shan'a menuju ke Yaman banyak kabilah yang mengadakan perlawanan namun mereka kalah semua, harta mereka diambil oleh Abrahah.
Tatkala Abrahah telah tiba di pusatnya Quraisy, maka orang-orang Quraisy tidak melawan, malah kabur, yang membela mereka adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Sehingga mulailah tersebar tatkala itu bahwasanya orang-orang Quraisy adalah orang-orang mulia buktinya Tuhan Pencipta alam semesta membela mereka.
Mereka tidak punya perlawanan sama sekali namun tentara bergajah dihancurkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
⇒ Jadi kejadian ini mengangkat orang-orang Quraisy dan diantara orang-orang Quraisy tersebut ada kakeknya Nabi yaitu 'Abdul Muththalib.
Sehingga dengan terangkatnya Quraisy maka posisi Nabi pun terangkat karena Nabi dilahirkan dari suku Quraisy.
Orang-orang Quraisy menjadi pusat segala kabilah, kabilah induk, yang membawahi semua kabilah-kabilah Arab tatkala itu.
Nabi dilahirkan dari kabilah yang induk, bukan dari sembarang nasab.
Sebagian pemikiran yang khurafat/sesat saat itu, karena dari kabilah yang rendah dan disepelekan atau direndahkan maka dia pun membuat pemikiran baru dengan  mengaku sebagai Nabi karena ingin mencari kekuasaan.
Tapi tidak demikian!
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memang asalnya lahir dari kabilah yang terkenal dan kabilah yang dimuliakan.
Jadi kata para ulamā, dengan dihancurkannya tentara bergajah ini adalah dalam rangka untuk mengangkat derajat Nabi.
Adapun Quraisy hanya sekedar wasilah, wasilah untuk terangkatnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Karena itu kalau kita perhatikan, kata Ibnul Qayyim rahimahullāh:
"Mana yang lebih baik, orang-orang musyrikin penyembah berhala atau orang-orang Nashāra?"
→ Semuanya buruk, tapi mana yang lebih baik diantara keduanya?
√ Bukankah syirik bertingkat-tingkat?
√ Bukannya kekufuran bertingkat-tingkat? 
√ Bukankah kemaksiatan bertingkat-tingkat?
Mana yang lebih baik, mencuri atau membunuh?
⇒ Yang lebih baik adalah  mencuri daripada membunuh.
Sekarang saya tanya, mana yang lebih buruk, penyembah berhala atau orang-orang musyrikin Nashāra?
⇒ Yang lebih buruk jelas penyembah berhala.
Orang-orang Nashāra masih dikatakan ahlul Kitāb, adapun penyembah berhala bodoh sekali karena menyembah berhala.
Seharusnya, Allāh tidak memenangkan orang-orang penyembah berhala terhadap orang-orang Nashāra. Tetapi Allāh menghancurkan orang-orang Nashāra karena ada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang akan lahir dari orang-orang Quraisy.
Oleh karena itu kejadian tersebut disebutkan diantaranya:
⑴ Diantara mu'jizat kelahirannya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, terjadi di tahun dimana sebentar lagi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam lahir.
⑵ Terjadi dimana tahun tersebut orang-orang Quraisy pamornya naik, karena dibela oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
⑶ Kalau orang-orang Quraisy masuk Islām maka kabilah-kabilah dibawahnya akan ikut-ikutan.
Oleh karenanya nanti kalau sudah kita bahas sampai Fathu Makkah, tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menaklukkan kota Mekkah banyak kabilah-kabilah yang tidak mau masuk Islām.
Mereka berkata:
"Kita tunggu dulu, biar Muhammad berperang dengan orang-orang Quraisy. Kalau ternyata orang-orang Quraisy yang menang, maka hubungan kita (dengan orang Quraisy)masih baik. Tetapi apabila orang-orang Quraisy kalah dengan Muhammad maka kita masuk Islām."
Dan benar, tatkala Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menaklukkan kota Mekkah, orang-orang Quraisy semua tunduk kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam maka orang-orang Arab yang rendahan semua ikut masuk Islām.
Jadi istilahnya kabilah Quraisy ini seperti kabilah kepala dan yang lainnya seperti badan. Sehingga menunggu apa yang dilakukan orang-orang Quraisy, karena kabilah Quraisy merupakan kabilah yang paling top dan pamornya paling tinggi.
Ada beberapa faidah yang bisa kita ambil dari kisah Abrahah dan dihancurkannya tentara bergajah oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, diantaranya:
⑴ Bagaimanapun hebatnya seseorang dan kuatnya seseorang maka ada yang lebih hebat dari dia.
Abrahah yang dengan sombong membawa pasukan bergajah akhirnya hancur dengan kekuatan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Oleh karenanya keyakinan bahwasanya negara ini akan selama-lamanya jaya, ini tidak benar. Telah lewat dalam sejarah bagaimana negara-negara adidaya (negara yang kuat) akhirnya hancur lebur.
→ Kemana Persia sekarang?
→ Kemana Romawi sekarang?
Dahulu mereka menguasai dunia (istilahnya)
→ Kemana kaum 'Ād yang begitu sombong?
Mereka mengatakan:
"Siapa yang lebih kuat dari kita?"
Dan kemudian dihancurkan oleh Allāh.
→ Kemana Fir'aun?
Fir'aun yang begitu sombongnya, yang menyiksa Bani Isrāil puluhan tahun, sejak  Nabi Mūsa dilahirkan sampai Nabi Mūsa kembali lagi berdakwah, kemudian hancurnya Fir'aun, adalah waktu yang panjang.
Puluhan tahun Fir'aun dalam keadaan puas bersenang-senang dengan kesombongannya (sombong diatas muka bumi) namun akhirnya Allāh pun menghancurkannya.
→ Kemana Qarun, yang begitu sombong dengan hartanya?
⇒ Artinya, tidak ada namanya kekuatan yang dibangun di atas kebathilan, tidak akan jaya selama-lamanya.
Ada suatu saat Allāh akan menghancurkan mereka dengan cara Allāh, seperti orang-orang Abrahah dihancurkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
⑵ Bahwasanya orang-orang Arab tatkala belum ada Islām dalam diri mereka, mereka merupakan kabilah yang terpecah-pecah.
Mereka tidak bisa berhadapan dengan Abrahah, padahal mereka berkumpul dalam satu kalimat Arab dan sama-sama mengagungkan Ka'bah, tapi mereka tidak di atas satu ikatan Aqidah, akhirnya mereka kalah.
Oleh karenanya, orang-orang Arab, mereka menjadi mulia karena Islām. 
Para ulamā disini membantah pemikiran yang disebut dengan qaumiyyah yaitu fanatik terhadap golongan yang mengelu-elukan Arab seakan-akan kita harus kembali kepada Arab, kita yang jayakan Arab.
Maka dibantah oleh para ulamā seperti  Syaikh bin Bāz rahimahullāh beliau mengatakan:
"Bahwasanya Islāmlah yang memuliakan Arab, kalau tidak ada Islām maka Arab tidaklah mulia, Arab rendah sebagaimana yang lainnya. Tapi dengan Islām maka Arab menjadi mulia."
⇒ Maka siapa saja yang berpegang teguh kepada agama Islām maka Allāh akan memuliakannya.
Inilah diantara beberapa faedah yang bisa kita ambil dari kisah ashābul Fīl.
Kemudian:
√ Pada tahun tersebutlah lahir Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
√ Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjaga Ka'bahnya tanpa ada yang membantu Allāh.
√ Tatkala Orang-orang Quraisy mundur maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla sendiri yang mengalahkan tentara bergajah.
Oleh karenanya, Ka'bah adalah tempat yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan barangsiapa yang berniat melakukan keburukan di Mekkah maka dia akan mendapatkan adzab yang pedih.
Sebagaimana dalam ayat Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
_"Barangsiapa yang ingin melakukan kezhaliman di Mekkah maka Kami akan buat dia rasakan adzab yang pedih."_
(QS Al Hajj: 25)
Dan ini kekhususan kota Mekkah.
Barangsiapa niat buruknya (walau hanya dihati) kalau ditempat-tempat lain maka dia tidak berdosa.
Berbeda dengan Mekkah, barangsiapa yang punya niat buruk untuk melakukan maksiat di Mekkah meskipun badannya tidak di Mekkah (misal masih di Indonesia) maka dia sudah diancam dengan adzab yang pedih meskipun badannya belum di Mekkah, meskipun dia belum melakukan.
Karena Allāh mengatakan:
وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ
_"Barangsiapa berkehendak (belum melakukan, masih baru niat dan dia lakukan di Mekkah, meskipun dia belum melakukan) maka Kami ancam dia dengan adzab yang pedih."_
Demikian saja yang bisa kita sampaikan, In syā Allāh besok kita akan bahas tentang hari lahinya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan nasab Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam srta yang berkaitan dengan hal tersebut.
وبالله التوفيق و الهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
______________________
◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
----------------------------------

Siroh Bab. 3 bag. 4

BimbinganIslam.com
Kamis, 01 Muharam 1439 H / 21 September 2017 M
 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 4 dari 5)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0304
~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI DI LUAR JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM DAN PERISTIWA TENTARA BERGAJAH BAGIAN 4 DARI 5*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Disebutkan dalam riwayat yang lain, tatkala  'Abdul Muththalib datang menemui Abrahah, Abrahah kagum dengan kondisi 'Abdul Muththalib (mungkin orangnya gagah), 'Abdul Muththalib meminta agar dikembalikan 200 ekor unta miliknya.
Abrahah berkata:
"Saya pertama kali lihat engkau wahai 'Abdul Muththalib, saya kagum. Namun tatkala engkau minta 200 ekor untamu, maka sayapun merendahkan engkau."
"Apakah engkau datang menemuiku hanya untuk mengambil 200 ekor unta yang aku ambil darimu?"
⇒ Abrahah telah mencuri 200 unta 'Abdul Muththalib.
Abrahah mengira 'Abdul Muththalib datang untuk membela Ka'bah ternyata tidak, maka Abrahah merendahkan 'Abdul Muththalib.
Abrahah berkata:
"Bagaimana engkau datang hanya mengurusi unta? Sementara saya datang untuk menghancurkan Ka'bah kalian?"
"Dan itu adalah agamamu dan agama nenek moyangmu."
"Bagaimana engkau tidak membela (Ka'bah) tetapi engkau mempermasalahkan 200 ekor unta?"
Apa jawaban 'Abdul Muththalib?
'Abdul Muthalib menjawab:
"Saya pemilik unta adapun Ka'bah ada Rabbnya yang akan menjaganya."
Maka kata Abrahah:
"Kata orang kalau masuk Ka'bah aman, maka saya akan menakut-nakuti kalian."
Ini adalah kesombongan kedua, dia mengatakan:
"Tidak ada yang bisa mencegahku."
Maka kata 'Abdul Muthalib:
"Itu urusanmu dengan Tuhannya Ka'bah, yang penting unta saya kembalikan."
Akhirnya Abrahah semakin emosi. Kemudian orang-orang Quraisy kabur, lari ke gunung-gunung, mereka berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Maka disebutkan dalam riwayat Al Hākim dalam al Mustadrak:
Kata 'Abdul Muthalib:
"Kalau engkau ingin apa saja akan kami berikan tetapi kembalilah, jangan menghancurkan Ka'bah."
Namun Abrahah tidak mau dan tetap ingin menghancurkan Ka'bah.
Maka akhirnya berjalanlah Abrahah dengan pasukannya (60 ribu pasukan dan 12 ekor gajah 10 atau 8 ekor). Dan sampailah mereka di suatu tempat bernama Wādi Al Muhassir (antara Mina dengan Muzdalifah).
Tatkala tiba di sana, tiba-tiba gajah mereka berhenti.
Diantara gajah-gajah itu ada pimpinan gajah yang bernama Mahmūd. Mahmūd ini tatkala  disuruh berjalan ke arah barat (ke arah Mekkah) dia tidak mau, kalau ke arah lain (utara, selatan) berjalan cepat, merekapun binggung. Kalau gajah Mahmūd tidak mau jalan maka yang lain juga tidak mau jalan.
Akhirnya mulai  timbul ketakutan dalam diri mereka, kenapa tiba-tiba gajah ini berhenti.
Tatkala mereka dalam keadaan ketakutan tersebut (sebagaimana dalam hadīts)
Kata Ibnu 'Abbas radhiyallāhu Ta'āla 'anhumā:
"Tiba-tiba datang sekumpulan burung-burung yang begitu banyak, datang dari arah laut ke arah mereka kemudian terbang di atas mereka sembari memegang batu yang siap dilemparkan kepada mereka (pasukan Abrahah)."
⇒ Disebutkan bahwa setiap 1 ekor burung membawa 3 buah batu:
√ 1 batu diparuhnya,
√ 1 batu dikaki kanannya,
√ 1 batu dikaki kirinya.
Batu yang dibawa bukan batu sembarang melainkan  batu yang membinasakan.
Lalu dilemparkanlah batu-batu tersebut mengenai mereka, yang terkena batu tersebut tewas (kebanyakan tewas).
Adapun Abrahah, dia tidak tewas. Disebutkan dia terkena lemparan namun tidak membuat dia tewas, dia sempat kabur. Allāh tidak menjadikan dia langsung tewas tetapi dia kabur menuju  Shan'a dan tewas disana.
Namun selama dia (Abrarah) dalam perjalanan (melarikan diri /kabur) badannya terlepas sedikit demi sedikit sampai akhirnya dia sampai di Shan'a, dadanya terbelah dan jantungnya keluar (Allāh menyiksa dia dahulu tidak langsung mati).
⇒ Inilah kisah Abrahah dengan pasukan tentaranya (tentara bergajah) yang dihancurkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Dan ditahun itu lahirlah Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam. Disebutkan sekitar 50 hari (sebulan lebih) setelah kejadian ini lahirlah Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam. 
Kisah ini adalah kisah yang nyata, tidak sebagaimana pernyataan orang-orang Nashāra yang berusaha mengingkari kisah ini.
Kita dapati ada sebagian penulis-penulis dari orientalis yang mengatakan bahwa ini adalah dongeng yang disebutkan Allāh dalam Al Qurān, tidak ada kisah tentara bergajah yang dihancurkan oleh burung-burung yang melemparkan batu-batu kepada mereka, mereka mengingkari kisah ini.
Dan ini dibantah oleh para ulamā!
Ini bukanlah dongeng, oleh karenanya barangsiapa yang mempelajari tentang buku-buku atau syair Jāhilīyyah, mereka banyak menyebutkan syair-syair yang berkaitan dengan kisah tentara bergajah ini, karena  syair-syair yang ditulis pada zaman Jāhilīyyah masih ada sampai sekarang.
Dan didapati dalam syair-syair mereka (bait-bait syair mereka), mereka bercerita tentang kisah tentara bergajah yang mereka saksikan langsung.
Bahkan diantara dalīl yang menunjukkan adanya kisah ini, sering disebutkan dalam buku-buku mereka, mereka mengatakan Si Fulān lahir berapa tahun sebelum tahun gajah, sampai tahun gajah dijadikan istilah. Kalau ternyata hanya dongeng maka tidak akan dijadikan suatu istilah, tetapi ini dijadikan istilah sebagai penanggalan.
Seperti:
→ Si Fulān lahir 2 (dua) tahun sebelum tahun gajah
→ Si Fulān lahir tatkala tahun gajah
→ Si Fulān lahir 2 (dua) tahun setelah tahun. gajah.
Ini menunjukan peristiwa tersebut benar-benar terjadi.
Tapi kata mereka, sebenarnya Abrahah tidak pergi ke Mekkah, tetapi dia sebenarnya ingin menyerah, Abrahah tidak ingin menghancurkan Ka'bah.
Orang-orang Nashāra tatkala mendengar cerita ini mereka jengkel, seakan-akan mereka (orang Nashāra) hasad kepada orang-orang Islām, jadi mereka ingin mentakwil cerita ini. Kata mereka, ini tidak benar!
Yang benar kata mereka adalah Abrahah berangkat dari Yaman ingin menghancurkan orang-orang Persia karena terjadi peperangan antara Persia dengan Romawi tetapi dia (Abrahah) mengambil jalan darat melewati Mekkah kemudian terjadilah peristiwa itu.
Justru ini yang tidak benar!
Karena disebutkan oleh para ulamā, kalau seandainya Abrahah ingin menyerang Persia maka dia mengambil jalan laut (jalan laut lebih mudah dan lebih dekat) tidak harus melewati Mekkah lalu kemudian pergi ke Persia.
Sebagian riwayat, seperti Ibnu Hisyām meriwayatkan dari sanad yang hasan, 'Āisyah menceritakan bahwasanya dia melihat ada pasukan bergajah yang dia hidup.
Jadi pasukan Abrahah tidak semua meninggal, ada yang masih hidup, namun dalam keadaan buta, ada 2 (dua) orang yang masih hidup dan dilihat oleh 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā. Mereka minta-minta makan kepada manusia dan mereka berdua dulu ikut dalam tentara bergajah.
Kemudian juga diriwayatkan oleh Imām Tirmidzi bahwasanya ada seorang shahābat bersama ibunya dan ibunya memberhentikan dia:
"Wahai anakku, lihatlah ini kotorannya gajah namun telah berubah warnanya."
⇒ Jadi ini menunjukkan bahwasanya kisah tersebut ada dan terjadi ditahun ketika dilahirkannya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Demikian saja yang bisa kita sampaikan, kita cukupkan sampai disini, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق و الهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
______________________
◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
----------------------------------

Rabu, 20 September 2017

Siroh Bab. 3 bag.3

BimbinganIslam.com
Rabu, 29 Dzulhijjah 1438 H / 20 September 2017 M
 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 3 dari 5)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0303
~~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI DI LUAR JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM DAN PERISTIWA TENTARA BERGAJAH BAGIAN 3 Dari 5*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan membahas tentang kisah dihancurkannya tentara bergajah oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, yang Allāh abadikan dalam surat Al Fīl.
Karena kita tahu bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dilahirkan di 'amul fīl (tahun gajah).
Disebut dengan tahun gajah karena pada tahun tersebut terjadi peristiwa yang sangat besar yaitu pasukan bergajah dihancurkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Bagaimana kisah pasukan bergajah tersebut?
Allāh abadikan dalam Al Qurān:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ * أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ * وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ * تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ * فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ.
_⑴ Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?_
_⑵ Bukankah Dia (Allāh) telah menjadikan makar mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?_
_⑶ Dan Dia (Allāh) mengirimkan kapada mereka burung yang berkelompok-kelompok._
_⑷ Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar._
_⑸ Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)._
Bagaimana asal muasal kisah ini?
Disebutkan bahwasanya Abrahah adalah seorang Habasyi dan dia tinggal di Yaman. Dia wakil dari Najasyi (Habasyi yang tinggal di Habasyah).
⇒ Seluruh raja Habasyah namanya Najasyi (Najasyi = Ethiopia).
Dia ingin cari muka kepada orang-orang kristen, pembesar-pembesar  Najasyi dan kepada para pembesar Romawi (Najasyi memiliki hubungan dengan Romawi).
⇒ Najasyi beragama Nashrāni sementara pusat kristen di Romawi.
Abrahah ingin membuat sebuah gereja yang sangat besar untuk memalingkan orang-orang Arab supaya tidak lagi berhaji ke Mekkah (Ka'bah) tetapi agar berhaji ke Shan'a (Yaman) itulah tekad Abrahah.
Dia hasad tatkala melihat orang-orang Arab mengagungkan Ka'bah. Semuanya berhaji dan berthawāf setiap tahun ke Ka'bah. Maka dia (Abrahah)  membangun sebuah gereja yang sangat besar yang dia namakan sebagai Al Qullaisy.
Al Qullaisy disebutkan oleh sebagian ulamā maknanya dari qalanshu yang artinya songkok.
Apa maksudnya songkok?
Kata sebagian ulamā, karena tingginya gereja itu (zaman dulu jarang bangunan tinggi), jadi tatkala orang melihat gereja itu songkoknya jatuh.
Sampai akhirnya berita tentang niat busuk Abrahah didengar sampai ke Mekkah, Kinanah (orang-orang Quraysy).
Maka ada salah seorang Quraysy yang mendengar niat busuk Abraham maka dia berjalan dari Arab menuju ke Shan'a, berjalan dengan jarak yang jauh.
Dan sampailah dia ke dalam gereja tersebut kemudian dia buang air kecil dan air  besar di situ. Kemudian dia hambur-hamburkan kotorannya di dinding-dinding gereja tersebut.
Keesokan harinya ketahuan gereja kotor dan yang melakukannya adalah orang Arab (orang Quraysh dari Kinanah). Maka Abrahah mengamuk dan diapun menyiapkan pasukan.
Disebutkan oleh ahli sejarah bahwa dia (Abrahah) membawa 60 ribu pasukan kemudian membawa gajah-gajah (ada yang menyebutkan sekitar 12 ekor gajah, lebih atau kurang daripada itu). Niatnya adalah untuk mencungkil Ka'bah.
Berjalanlah Abrahah dari Shan'a (Yaman) menuju ke Mekkah.
Dan tatkala orang-orang Arab yang mereka mengagungkan Ka'bah mendengar kedatangan Abrahah, kemudian mereka mengadakan peperangan. Namun karena kabilah-kabilah Arab tidak bersatu (masih kecil-kecil kabilahnya) maka tidak ada yang bisa mengalahkan Abrahah.
Abrahah datang membawa pasukan bergajah dan orang Arab tidak pernah melihat gajah, tidak ada yang bisa melawan pasukan Abrahah. 
Kita tahu bahwa kabilah yang paling masyhur (terkenal) serta dimuliakan tatkala itu adalah Quraysy.
Tapi ternyata kabilah Quraysy tidak melawan sama sekali, mereka tidak melakukan perlawanan.
Sampailah Abrahah disuatu tempat namanya Mughammas. Abrahah singgah di situ bersama pasukannya.
Disebutkan datanglah 'Abdul Muththalib (kakek Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam) beliau adalah pemimpin orang-orang Quraysy tatkala itu.
Kisah ini juga diriwayatkan oleh Al Hākim dalam Al Mustadrāk dan dishāhihkan oleh Al Hākim dan disepakati oleh Adz Dzahabi.
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallāhu 'anhumā, beliau berkata:
أقبل أصحاب الفيل ومعهم الفيل، حتى إذا دنوا من مكة استقبلهم عبدالمطلب جدالنبي صلى الله عليه وسلم فقال لملكهم: "ما جاء بك إلينا، ألا بعثت فنأتيك بكل شيء أردت؟" قال: "أخبرت بهذا البيت الذي لا يدخله أحد إلا أمن، فجئت أخيف أهله"، فقال: "إنا نأتيك بكل شيء تريد فارجع"، فأبى إلا أن يدخله، فقال عبدالمطلب: "إن هذا بيت الله تعالى لم يسلط عليه أحداً"، قالوا: "لا نرجع حتى نهدمه"، وانطلق يسير نحوه، وتخلف عبدالمطلب فقام على جبريل فقال: "لا أشهد مهلك هذا البيت وأهله"، ثم قال:
_Tatkala ash hābul fīl yang dipimpin oleh Abrahah (pasukan bergajah) datang dan mendekat ke Mekkah di suatu tempat (yang bernama Mughammas) maka datanglah 'Abdul Muththalib menemui pasukan tersebut._
_Maka 'Abdul Muththalib berkata kepada pemimpin mereka (yaitu Abrahah):_
_"Ada apa engkau datang kepada kami yā Abrahah ? Coba engkau mengirim utusanmu maka kami yang datang kepadamu."_
_Maka kata Abrahah (dengan sombong):_
_"Aku dikabarkan tentang Ka'bah kalian ini katanya kalau orang masuk ke Ka'bah akan aman. Saya datang untuk menakut-nakuti mereka."_
Demikian saja yang bisa kita sampaikan, kita cukupkan sampai disini, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق و الهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
______________________
◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
----------------------------------

Selasa, 19 September 2017

Siroh Bab 3 bag. 2

BimbinganIslam.com
Selasa, 28 Dzulhijjah 1438 H / 19 September 2017 M
 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 2 dari 5)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0302
~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI DI LUAR JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM DAN PERISTIWA TENTARA BERGAJAH BAGIAN 2 DARI 5*
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Alhamdulillāh, kita masih bisa mempelajari sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, sejarah orang yang sangat dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Seorang yang harus lebih kita cintai daripada orang tua kita, daripada ayah kita, daripada ibu kita, daripada anak-anak kita dan daripada seluruh umat manusia.
Kita akan sedikit menyinggung tentang kerusakan-kerusakan yang terjadi di luar jazirah Arab tatkala itu.
Ikhwāni Fīllāh 'Azaniyallāhu wa iyyakum.
◆ Romawi
Disebutkan diantara kebengisan orang Romawi, yaitu mereka pernah menyerang orang Yahūdi di Palestina pada tahun sekitar 70 Masehi.
Setelah mereka dikepung dalam waktu yang lama sekitar 5 bulan akhirnya mereka menyerah.
Kemudian datang perintah dari pusat Romawi agar orang-orang Yahūdi membunuh anak-anak dan istri mereka.
Jadi bukan tentara Romawi yang membunuh tetapi orang-orang Yahūdi sendiri yang membunuh anak-anak dan istri mereka, kalau tidak mereka yang akan dibunuh.
Orang-orang Yahūdi, mereka cinta dengan kehidupan.
Dalam Al Qurān Allāh menyebutkan:
يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ
_"Seorang Yahūdi berharap agar diberi umur seribu tahun."_
(QS Al Baqarah: 96)
Mereka berharap bisa hidup panjang di atas muka bumi ini karena surga mereka di dunia.
Tatkala mereka mengatakan:
"Kamilah penghuni surga"
Maka Allāh tantang dalam Al-Qurān:
قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِندَ اللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
"Katakanlah, "Jika kamu [menganggap bahwa] kampung akhirat [surga] itu khusus untukmu di sisi Allāh, bukan untuk orang lain, maka inginkanlah kematianmu, jika kamu benar.""
(QS Al-Baqarah 94)
Namun ternyata mereka meragukan keyakinan mereka sendiri, mereka lebih senang hidup di atas bumi, berharap dipanjangkan umur mereka dan mereka sangat penakut (karena mereka tahu surga mereka di dunia, adapun di akhirat neraka jahannam).
Akhirnya orang-orang Yahūdi membunuh istri dan anak-anak mereka (kecuali) yang kabur lari.
Kemudian setelah mereka membunuh anak dan istri mereka, merekapun diperintahkan untuk saling membunuh diantara mereka.
Inilah sekilas tentang bagaimana kondisi umat Romawi tatkala itu, sebelum diutusnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
◆ Persia
Kemudian kita juga berbicara tentang Persia, disebutkan bahwasanya diantara hal yang buruk yang tersebar di antara mereka:
⇒ Mereka (orang Persia) suka menikah dengan mahram mereka.
Padahal perkara ini adalah perkara yang buruk diseluruh lapisan masyarakat dimanapun mereka berada. Tidak ada yang menyelisihi tentang fithrah seseorang yang melarang menikah dengan adik perempuannya, ibunya, atau dengan putrinya. Namun ini hal yang biasa yang terjadi di Persia tatkala itu.
Oleh karenanya, raja-raja mereka melakukannya.
√ Ada seorang raja yang menikah dengan putrinya kemudian dia bunuh putrinya tersebut.
√ Ada raja yang menikah dengan adik kandung perempuannya.
Ini dianggap hal yang biasa padahal sangat buruk dan tercela dan sangat dibenci dan diharāmkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Diantaranya juga:
⇒ Mereka sangat mengagungkan Kisrah.
Raja mereka sangat diagungkan, mereka meyakini bahwasanya raja mereka itu dalam darahnya mengalir darah ketuhanan, sehingga orang-orang sujud dan tunduk kepada sang raja dan tidak boleh dekat-dekat dengan sang raja. Ada jarak yang harus terpisah antara raja dengan rakyat.
Misalnya:
√ bila dengan menteri jaraknya sekian meter,
√ dengan strata selanjutnya jaraknya sekian meter,
√ dengan rakyat sekian meter (ada aturannya).
Bahkan kalau orang biasa yang masuk ke kerajaan harus membawa semacam kain atau kapas agar tatkala dia bernafas, nafasnya ditutup, agar jangan sampai nafasnya mengenai sang raja. Karena nafas orang ini adalah rendahan, sedangkan raja di dalam darahnya  mengalir darah Tuhan, ini keyakinan mereka.
⇒ Dan yang paling parah adalah keyakinan mereka menyembah api.
Inilah kondisi selain Arab (Romawi dan Persia), kondisi keagamaan mereka yang sangat jauh dari ajaran Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Oleh karenanya sebagaimana tadi kita telah sebutkan hadīts dalam Shahīh Muslim, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menceritakan tentang kondisi tersebut dengan mengatakan:
إِنَّ الله نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَاب
_"Allāh Subhānahu wa Ta'āla melihat kepada penduduk bumi lalu Allāh murka kepada mereka orang Arab dan orang asing seluruhnya, (kecuali) yang tersisa dari Ahli Kitāb."_
(HR Muslim nomor 2865)
Ini menunjukkan bahwa masih ada orang Ahli Kitāb namun sedikit, makanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menggunaka istilah "baqāyā" (sisa-sisa).
Artinya sangat sedikit dari Ahli Kitāb yang masih berpegang teguh dengan ajaran mereka.
Diantaranya seperti Salman Al Fārisi yang akhirnya berpindah dari agama penyembah api menjadi Nashāra dan bertemu dengan sebagian pendeta yang masih lurus bertauhīd sampai akhirnya mencari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dan kemudian masuk Islām.
Oleh karenanya para ulamā menyebutkan bahwasanya di zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada orang-orang yang disebut dengan pengikut hanafiyyah yaitu orang-orang yang masih mengikuti ajaran Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām.
Ada juga baqāyā Ahli Kitāb seperti Waraqah bin Naufal yang masih berpegang pada ajaran Nashrāni yang benar.
Sebagian orang di zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang masih berpegang teguh dengan ajaran Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām, mereka tidak ikut-ikutan menyembah berhala. Mereka menjauhkan diri mereka dari berbagai macam bentuk kesyirikan.
Dan banyak diantara mereka yang akhirnya masuk Islām setelah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diutus menjadi seorang Nabi.
Demikian saja yang bisa kita sampaikan, kita cukupkan sampai disini, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق و الهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
______________________
◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
----------------------------------

Senin, 18 September 2017

Siroh Bab 3 bag. 1

BimbinganIslam.com
Senin, 27 Dzulhijjah 1438 H / 18 September 2017 M
 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
 Sirah Nabawiyyah
 Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 1 dari 5)
▶ Link Download Audio: bit.ly/BiAS-FA-Sirah-0301
~~~~~~~~~~~~~~~
*KONDISI DI LUAR JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM DAN PERISTIWA TENTARA BERGAJAH BAGIAN 1 DARI 5*
بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Alhamdulillāh, kita masih bisa mempelajari sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, sejarah orang yang sangat dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Seseorang yang harus lebih kita cintai daripada orang tua kita, daripada ayah kita, daripada ibu kita, daripada anak-anak kita dan daripada seluruh umat manusia, bahkan tidak sempurna imān seseorang, sampai dia lebih mencintai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam daripada dirinya sendiri.
Sebagaimana dalam suatu hadīts tatkala 'Ummar bin Khaththab radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata:
يَا رَسُوْلَ اللهِ ، لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَـيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِيْ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم : لَا، وَالَّذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ : فَإِنَّهُ الْآنَ ، وَاللهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَـيَّ مِنْ نَفْسِـيْ
_"Yā Rasūlullāh, engkau adalah orang yang paling aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku."_
_Maka kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:_
_"Belum yā 'Umar, sampai engkau mencintai aku lebih dari dirimu sendiri."_
_Maka 'Umar berkata:_
_"Sekarang, demi Allāh, sungguh engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri."_
(Hadīts shahīh riwayat Bukhāri nomor 6632)
Oleh karenanya, dalam rangka memupuk rasa cinta kita kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, kita perlu mengenal sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
√ Bagaimana perjalanan hidup beliau,
√ Bagaimana perjalanan dakwah beliau,
√ Bagaimana perjuangan beliau.
Dan ini semua akan memupuk rasa cinta kita terhadap beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Pada pertemuan yang lalu,  kita telah membahas tentang:
√ Bagaimana kondisi keagamaan yang ada di jazirah Arab,
√ Demikian juga kondisi sosial mereka dimana kehidupan mereka penuh dengan kesyirikan,
√ Telah dijelaskan sejarah masuknya kesyirikan di jazirah Arab dan
√ Juga telah dijelaskan kerusakan,  perzinahan yang tersebar di jazirah Arab,
Demikian juga, kerusakan bukan hanya terjadi di jazirah Arab bahkan seantero dunia terjadi kerusakan, baik dalam sisi agama (aqidah) maupun sisi akhlak.
Oleh karena itu dalam shahīh Muslim, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَاب
_"Allāh Subhānahu wa Ta'āla melihat kepada penduduk bumi, lalu Allāh murka kepada mereka orang Arab dan orang asing seluruhnya, kecuali yang tersisa dari Ahli Kitāb."_
(HR Muslim nomor 2865)
⇒ Ini adalah dalīl bahwasanya hadīts ini berkaitan dengan kondisi manusia sebelum diutusnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, yaitu penuh dengan kerusakan.
Kalau kemarin telah kita bahas tentang kerusakan yang terjadi di jazirah Arab, maka pada kesempatan kali ini kita akan menyinggung sedikit tentang kerusakan yang terjadi di negeri lain (di luar jazirah Arab)  tatkala itu.
Dan in syā Allāh akan kita bahas tentang kisah dihancurkannya tentara pasukan bergajah yang Allāh abadikan dalam Al Qurān.
Adapun yang akan kita singgung pertama adalah negeri Romawi karena di zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada 2 negeri adidaya yaitu:
⑴ Romawi
⑵ Persia
⇒ Ini adalah  2 negara yang menguasai bumi.
⑴ Romawi menguasai sebelah barat bumi
⑵ Persia menguasai sebelah timur bumi.
Adapun Romawi memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas sampai-sampai Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan dalam Al Qurān ada namanya surat Ar Rūm yang artinya Romawi. Saat itu Romawi dikalahkan oleh Persia, kemudian Romawi akan mengalahkan Persia lagi.
Bagaimana kondisi keagamaan mereka?
⇒ Kondisi mereka sangatlah parah dari sisi agama, mereka menganut agama kristen.
Secara garis besar, Romawi terbagi menjadi 2 (dua) bagian :
⑴ Romawi Barat, Ibukotanya Roma, agama mereka Katholik
⑵ Romawi Timur, Ibukotanya adalah Konstantinopel, agama mereka Protestan
Sering terjadi pertikaian dan perang saudara diantara mereka, sehingga mengakibatkan terbunuhnya ribuan orang, gara-gara pertikaian antara kristen protestan dengan kristen katholik.
Dan masih ada sekte-sekte kristen yang lainnya dan sekte-sekte tersebut sampai sekarang masih ada.
Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
_"Bahwasanya Yahūdi terpecah menjadi 71 golongan dan Nashāra terpecah menjadi 72 golongan."_
(HR Abu Daud nomor 4596)
Dan berpecah belah hingga saat ini.
Hal itu  terjadi  (permusuhan/peperangan saudara diantara mereka) disebabkan karena mereka berselisih tentang masalah ketuhanan (perselisihan antara orang Katholik dengan orang Protestan), ini dari sisi agama.
Bagaimana kondisi akhlak mereka?
Dari sisi akhlak, mereka memiliki akhlak yang sangat buruk.
Disebutkan oleh para ahli sejarah, bahwasanya di zaman Romawi, pernikahan sangat mahal tatkala itu, apabila seseorang hendak menikah maka orang tersebut harus  mengeluarkan biaya yang sangat besar.
Maka banyak dari rakyat Romawi yang memilih untuk tidak menikah padahal Allāh telah menciptakan manusia dengan syahwat (mereka harus melampiaskan syahwat mereka). Akhirnya banyak terjadi perzinaan diantara mereka.
Dan juga sering terjadi sogok-menyogok (suap) diantara mereka.
Diantara perkara yang buruk lainnya tentang mereka yaitu mereka sangat menindas budak.
Jadi, perbudakan itu bukan hanya di Islām tetapi sudah ada sejak dahulu. Jangan menuduh bahwa Islām mengajarkan perbudakan, tidak!  Justru Islām menganjurkan membebaskan perbudakan.
Kalau antum lihat dalam hukum-hukum Islām banyak sekali anjuran Nabi untuk membebaskan budak. Kemudian juga banyak kaffarah yang harus dibayar dengan membebaskan budak.
Oleh karenanya sekarang, alhamdulillāh, di Arab Saudi sudah tidak ada perbudakan. Budak dibeli oleh Raja kemudian dibebaskan.
Artinya, Islām datang dalam suatu kondisi dimana ada perbudakan, baik di Romawi maupun di Persia.
Namun Islām memotivasi penganutnya untuk membebaskan budak dan mengajarkan bagaimana bersikap yang baik kepada budak.
Kalau kita lihat sejarah orang-orang Romawi, mereka sangat bengis terhadap budak, mereka tidak memberi nilai sama sekali kepada budak.
Bahkan disebutkan, diantara hiburan mereka adalah:
⇒ Mereka membuat semacam aula besar kemudian mereka berkumpul di aula tersebut dan menghadirkan binatang buas (singa atau macan) untuk diajak bertarung dengan seorang budak yang dianggap kuat.
Mereka senang tatkala melihat pertarungan antara budak dengan binatang buas yang berakhir dengan kematian budak tersebut.
Karena bagaimanapun hebatnya manusia pasti tetap kalah dengan hewan buas.
Ini diantara adat istiadat buruk yang ada di Romawi tatkala itu.
Dan kita lihat saat ini masih ada sisa-sisanya, seperti sekarang di Spanyol masih ada adat banteng yang dikeluarkan. Bagaimana banteng yang dibuat marah kemudian keluar kandang menabrak orang-orang. Dan banyak yang senang melihat kondisi itu, ada yang terluka, ada yang mati.
⇒ Ini acara tradisi buruk yang tidak bisa dilepaskan sampai sekarang (zaman modern)  karena dulu nenek moyang mereka melakukan seperti itu.
Demikian saja, yang bisa disampaikan, kita cukupkan sampai disini saja, In syā Allāh besok kita lanjutkan lagi.
وبالله التوفيق و الهداية
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
______________________
◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
----------------------------------

Kajian

IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH

🌍 BimbinganIslam.com 📆 Jum'at, 30 Syawwal 1442 H/11 Juni 2021 M 👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA 📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah  Fī...

hits