Sebagai anggota BIAS N07 G-35, Dengan memanfaatkan Blog ini bertujuan untuk Menyimpan Catatan materi yang telah di sampaikan. dan juga dari berbagai sumber materi, Apabila ada komentar yang sifatnya membangun Insya Alloh akan kami terima. semoga bisa berguna untuk kedepannya terima kasih Semangat Belajar
Sabtu, 31 Maret 2018
Belajar Ilmu Syar'i Dasar seri 25
BELAJAR ILMU SYAR'I DASAR
Seri : AQIDAH (25)
-----------------------------
*Sebutkan Perintah Allah yang Teragung dan Larangan-Nya yang Terbesar ?*
Jawab :
○ Perintah Allah 'Azza wa Jalla yang teragung adalah *Tauhid*
Yaitu : إِفْرادُ اللهِ بِالْعِبَادَةِ
MengEsakan Allah dalam beribadah
○ Sebaliknya, sebesar-besar larangan-Nya adalah *Syirik*
Yaitu : دَعْوَةُ غَيْرِهِ مَعَهُ
Menyembah kepada selain Allah disertakan dalam menyembah-Nya
Atau dengan makna lain :
Menyekutukan Allah dengan yang lain-Nya dalam beribadah.
○ Dalilnya firman Allah Tabaaraka wa Ta'aalaa :
{ وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا }
" Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya".
[QS An-Nisa' ayat 36]
Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman :
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}
" Dan Aku tidak Menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".
[QS. Adz-Dzariyat ayat 56]
Makna { يَعْبُدُوْنِ } adalah يُوَحِّدُوْنِ yaitu Mentauhidkan-Ku.
[Disarikan dari kitab Tsalaatsatul Ushul, karya Imam Muhammad bin Sulaiman At Tamimi rahimahullah (wafat 1206 H), halaman 39 dari Mutun Thaalibil Ilmi]
أسأل الله العلم النافع والعمل الصالح والتوفيق والإخلاص والقبول
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Al Faqir Ilaa Rahmati Rabbih
Hasanuddin Misbah
Kota Nabi صلى الله عليه وسلم
Sabtu Ba'da Dzuhur, 13/07/1439 H.
Selasa, 13 Maret 2018
BELAJAR ILMU SYAR'I
بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله.
BELAJAR ILMU SYAR'I DASAR
Seri : AQIDAH (12)
-----------------------------
Sebutkan Dalil *Rukun Islam* ?
Jawab :
Hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat *Ibnu Umar* radhiyallahu 'anhuma dalam Shahih Imam Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
(( بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجُ الْبَيْتِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ ))
" *Islam itu dibangun* diatas lima hal :
(1). Persaksian bahwa tidak ada Ilah yang hak diibadahi kecuali Allah
Dan sesungguhnya (Nabi) Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) itu utusan Allah.
(2). Mendirikan Shalat
(3). Menunaikan Zakat
(4). Berhaji ke Baitullah
(5). Shaum Ramadhan
[HR. Imam Bukhari no. 8, Imam Muslim no. 19]
*Penjelasan*
○ Menunjukkan *besarnya kedudukan* kelima hal yang disebutkan di dalam hadits, karena Islam terbangun diatasnya.
Sebagaimana sebuah bangunan tidak bisa tegak kecuali diatas tiang-tiangnya, maka begitupun *Agama Islam tidak akan tegak kecuali dengan kelima tiang tersebut*.
Pengkhususan kelima rukun ini menunjukkan bahwa *kelima hal tersebut merupakan pokok* dibandingkan dengan yang lainnya yang merupakan bagian yang menginduk kepada kelima rukun tersebut.
○ *Syahadatain* merupakan rukun islam yang *pertama* dan yang *paling utama*
Karena *rukun-rukun yang lain menginduk kepadanya*
*Tidaklah bernilai rukun-rukun yang lainnya* kecuali harus dibangun diatas keduanya
Kedua-duanya harus ada, tidak bisa terpisah satu sama lain.
Karena konsekwensi dari Syahadatain itu :
Laa ilaaha illallah : *Ikhlas*
Muhammadur Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : *Mutaba'ah*
Yaitu tidaklah diterima segala bentuk ibadah seseorang kecuali harus memenuhi dua syarat tersebut.
○ *Shalat* merupakan rukun terpenting setelah syahadatain.
Karena ia adalah tiang-tiang Islam, syari'at terakhir yang akan hilang dari agama ini serta amal hamba yang pertama yang akan dihisab pada hari Kiamat.
Ia juga jadi pembeda antara seorang muslim dan orang kafir.
Mendirikan shalat itu ada dua tingkatan :
1. *Tingkatan wajib*, yaitu batasan minimal seseorang melaksanakannya, dengan menunaikan hal yang diwajibkan dan ia sudah terlepas dari beban kewajiban.
2. *Tingkatan yang disunnahkan*, yaitu menyempurnakannya dengan hal yang dianjurkan.
○ *Zakat* yang selalu bergandengan dengan kewajiban shalat.
Sebuah *ibadah harta* yang kemanfaatannya menyebar kepada yang lainnya.
○ *Shaum Ramadhan* sebuah *ibadah badan*.
Merupakan *ibadah yang rahasia* dan tersembunyi antara hamba dengan Rabbnya.
Tidak ada yang mengetahui seorang hamba sedang shaum atau tidak kecuali Allah Jalla wa 'Alaa.
○ *Haji* ke Baitullahil Haram merupakan *ibadah harta dan badan*.
Diwajibkan sekali dalam seumur hidup.
Diantara keutamaan haji mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga.
○ Riwayat lain dalam Shahih Imam Muslim menyebutkan urutan Shaum Ramadhan terlebih dahulu sebelum Haji ke Baitullah.
○ Kelima rukun tersebut disebutkan berurutan sesuai berdasarkan urutan keutamaanya.
*Syahadatain* yang merupakan pokok landasan setiap amal shaleh (yang harus selalu menyertainya setiap saat dalam beribadah)
Kemudian *Shalat* yang dilakukan lima kali dalam sehari semalam sebagai *Penghubung yang kuat* antara hamba dengan Rabbnya.
Kemudian *zakat* harta yang kemanfaatannya menyebar yang dikeluarkan ketika sudah haul (setahun).
Kemudian *shaum Ramadhan* sebagai ibadah badan yang kemanfaatannya tidak menyebar (seperti zakat) yang dilaksanakan satu bulan penuh dalam setahun.
Kemudian *Haji* yang diwajibkan hanya satu kali dalam seumur hidup.
[Disarikan dari kitab Fathul Qawiyyil Matiin fii Syarhil Arba'iina wa Tatimmatul Khamsin, karya Muhaditsul Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al 'Abbad Al Badr hafidzahullah, hlm 29-33]
وبالله التوفيق
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد
Alfaqir Hasanuddin Misbah
Kota Nabi صلى الله عليه وسلم
Selasa waktu dhuha, 25/06/1439 H.
Sabtu, 20 Januari 2018
Silsilah Mengenal Allāh Ta'āla Halaqah 6 | Mengenal Allāh Ta'āla Sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & Pengatur Alam Semesta Tidak Cukup
🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 12 Rabi’ul Akhir 1439 H / 30 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
📗 Silsilah Mengenal Allāh Ta'āla
🔊 Halaqah 6 | Mengenal Allāh Ta'āla Sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & Pengatur Alam Semesta Tidak Cukup.
-----------------------------------
MENGENAL ALLĀH TA'ĀLA SEBAGAI PENCIPTA, PEMBERI RIZKI & PENGATUR ALAM SEMESTA (SAJA) TIDAK CUKUP...
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah bahwasanya "Keyakinan Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta (saja) tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam."
Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta adalah sebuah kewajiban, yang tidak sah keimanan seseorang sampai meyakini yang demikian itu.
Namun ini tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.
Dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang yang muslim dengan orang yang kāfir.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan di dalam Al-Qurān:
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Allāh menceritakan tentang ucapan iblis.
Allāh berkata (kepada iblis):
"Apa yang mencegahmu untuk sujud kepada Adam? Ketika Aku memerintahkan kepadamu?"
Iblis mengatakan:
"Aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api & menciptakan dia dari tanah."
(QS. Al-A’rāf : 12)
Iblis mengenal bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang telah menciptakan dia.
Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya:
"Siapa yang menciptakan, siapa yang memberikan rezeki kepada mereka dan siapa yang mengatur alam semesta ini?"
Mereka mengatakan: "Allah".
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللهُ
"Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka 'Siapa yang menciptakan langit dan juga bumi?', niscaya mereka mengatakan 'Allāh'."
(QS Az-Zumār 38)
Meskipun mereka meyakini hal yang demikian itu akan tetapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memerangi mereka.
Kenapa demikian?
Karena mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) tidak mentauhidkan (tidak mengEsakan) Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam beribadah.
Oleh karena itu, disini seorang Muslim perlu dia mengetahui apa pengertian ibadah & macam-macamnya sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allāh.
Dan apakah yang dimaksud ibadah?
In syā Allāh akan kita bahas pada halaqah selanjutnya.
Itulah yang bisa kita sampaikan.
وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_________________________
Silsilah Mengenal Allāh Halaqah 5 | Mengenal Allāh Sebagai Satu-Satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah
🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 11 Rabi’ul Akhir 1439 H / 29 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Mengenal Allāh
🔊 Halaqah 5 | Mengenal Allāh Sebagai Satu-Satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah
-----------------------------------
MENGENAL ALLĀH TA'ĀLA SEBAGAI SATU-SATUNYA DZAT YANG BERHAK UNTUK DISEMBAH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Allāh berjudul "Mengenal Allāh Sebagai Satu-satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah."
Apabila Allāh Subhānahu wa Ta'āla adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka tuntutannya kita tidak boleh menyembah kecuali hanya kepada Allāh.
Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla semata.
Allāh berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)
"Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian, siapa Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa? Itulah Rabb kalian. Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan telah menurunkan dari langit air. Maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allāh sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui."
(Al-Baqarah 21-22)
Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla (menyembah kepada selain Allāh) sedangkan kalian tahu bahwasanya Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini.
Selain Allāh tidak berhak untuk disembah karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta.
Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang bathil.
ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ
"Yang demikian itu karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla Dialah sesembahan yang haq yang memang berhak untuk disembah. Sedangkan apa yang mereka sembah selain Allāh adalah sesembahan yang bathil, yang tidak berhak untuk disembah."
(Luqmān 30)
Apabila seseorang meyakini Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah selain Allāh atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, maka dia telah berbuat syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam ibadah.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Ya Rasūlullāh, apa dosa yang paling besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla?"
Maka Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan :
أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك
"Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla padahal Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang telah menciptakan dirimu."
(HR. Imam Al-Bukhāri dan Imam Muslim, dari shahābat Ibnu Mas'ūd radhiyallāhu 'anhumā).
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-5 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_________________________
Silsilah Mengenal Allāh Halaqah 4 | Mengenal Allāh Sebagai Pengatur Alam Semesta
🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 10 Rabi’ul Akhir 1439 H / 28 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Mengenal Allāh
🔊 Halaqah 4 | Mengenal Allāh Sebagai Pengatur Alam Semesta
-----------------------------------
MENGENAL ALLĀH SEBAGAI PENGATUR ALAM SEMESTA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang mengatur alam semesta ini, mematikan makhluq & menghidupkan, memuliakan makhluq & menghinakan, mengganti siang menjadi malam, malam menjadi siang, menerbitkan matahari & menenggelamkan.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﭐﻟۡﺄَﻣۡﺮَۖ
"Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang mengatur seluruh perkara." (QS. As-Sajdah:5)
Tidak ada yang mengatur selain Allāh, Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang menerbitkan matahari dari timur. Dan siapa selain Allāh yang bisa menerbitkan matahari dari barat.
Nabi Ibrāhīm 'alayhis salām berkata kepada salah seorang, yang dia mengaku menjadi Tuhan selain Allāh, beliau berkata:
"Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah menerbitkan matahari dari timur, maka silahkan engkau kalau engkau memang Tuhan, terbitkan matahari dari barat. Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa."
Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang menjadikan siang. Dan siapa yang mengganti siang menjadi malam selain Allāh.
Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allāh dan tidak ada sesembahan selain Allāh yang membantu Allāh untuk mengatur alam semesta ini.
Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh meyakini bahwasanya ada selain Allāh yang mencipta, memberikan rizki & juga mengatur alam semesta, siapapun dia & bagaimanapun kedudukannya di sisi Allāh.
Barangsiapa yang berkeyakinan bahwasanya ada selain Allāh yang mencipta, memberikan rezeki & juga mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_________________________
Rabu, 27 Desember 2017
Silsilah Mengenal Allâh Ta'ala Halaqoh 2 | Mengenal Allāh Sebagai Pencipta
🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 08 Rabi’ul Akhir 1439 H / 26 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
📗 Silsilah Mengenal Allâh Ta'ala
🔊 Halaqoh 2 | Mengenal Allāh Sebagai Pencipta
-----------------------------------
MENGENAL ALLAH SEBAGAI PENCIPTA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-2 dari Silsilah kita yang berjudul Mengenal Allâh adalah "Mengenal Allâh Sebagai Pencipta".
Allāh 'Azza wa Jalla adalah Dzat Yang Maha Pencipta, menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Dialah Allāh yang telah menciptakan langit, bumi, manusia & seluruh alam semesta.
Allâh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :
ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
"Itu adalah Allāh Rabb kalian yang telah menciptakan segala sesuatu." (QS. Ghāfir : 62)
Dialah Allāh Al-Khāliq Yang Maha Pencipta, sedangkan selain Allah adalah makhluq yang diciptakan. Mereka tidak bisa mencipta meskipun diagung-agungkan dan disembah oleh manusia.
Allâh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ الله لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ.
"Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan bagi kalian maka hendaklah kalian mendengarnya, sesungguhnya segala sesembahan yang kalian sembah selain Allāh, tidak akan bisa menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu padu untuk membuat seekor lalat tersebut." (QS. Al-Hajj : 73)
Berkumpul saja mereka tidak mampu untuk mencipta, bagaimana dengan sendirian?
Menciptakan seekor lalat yang sedemikian sederhananya susunan tubuhnya, mereka tidak mampu maka bagaimana mereka bisa menciptakan makhluq yang lebih rumit.
Seorang muslim wajib hanya meyakini bahwasanya Allāh adalah satu-satunya Pencipta & tidak ada yang mencipta selain Allāh .
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-2 ini & sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_________________________
Jumat, 01 Desember 2017
Halaqah 25 | Ridha Dengan Hukum Allāh
🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 13 Rabi’ul Awwal 1439 H / 01 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, M.A.
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 25 | Ridha Dengan Hukum Allāh
~~~~~~~~~~~~~~~
RIDHA DENGAN HUKUM ALLĀH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-25 dari Silsilah Belajar Tauhid kali ini adalah tentang "Ridha Dengan Hukum Allāh".
Allāh Ta'āla sebagai pencipta manusia sangat menyayangi mereka, Dialah Ar-Rahmān Ar-Rahīm.
Dan di antara bentuk kasih sayangNya adalah menurunkan syari'at supaya manusia mendapatkan kebahagiaan dan terhindar kesusahan didunia maupun akhirat.
Dia-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, hukumnya penuh dengan keadilan, hikmah & juga kebaikan, meskipun hal ini terkadang samar atas sebagian manusia.
Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi seorang Muslim dan juga Muslimah untuk:
✓Ridha dengan hukum Allāh.
✓Yakin bahwasanya kebaikan semuanya di dalam hukum Allāh.
⇒ Di dalam segala bidang kehidupan (meliputi) :
• 'Aqidah
• Akhlaq
• Adab
• Mu'āmalah
• Ekonomi
• Kenegaraan
• Dan lain-lain.
Meng-Esakan Allāh di dalam hukum-hukumNya adalah termasuk konsekuensi tauhid.
Allāh berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
"Dan tidaklah pantas bagi seorang laki-laki yang mu'min dan wanita yang mu'minah apabila Allāh & Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain di dalam urusan mereka.
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allāh dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata."
(QS Al-Ahzab: 36)
Saudaraku,
Alhamdulillāh dengan izin Allāh dan karunia-Nya sampailah kita pada bagian yang terakhir dari Silsilah Tauhid, yaitu bagian ke-25.
Dan dengan ini saya akhiri silsilah ini. Dan bukan berarti kita sudah merasa cukup.
Apa yang disampaikan hanyalah sebagian kecil dari ilmu tauhid itu sendiri.
Belajar tauhid dan mengamalkannya tidak akan berhenti sampai ajal menjemput kita.
Ikutilah majelis-majelis ilmu yang membahas tentang tauhid ini.
Bacalah buku-buku yang berkaitan dengan tauhid yang telah ditulis oleh para ulama yang terpercaya.
Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla merahmati kita semua, menghidupkan dan juga mematikan kita di atas tauhid.
الحمد لله رب العالمين
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين.
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah An-Nabawiyyah
Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
_______________________________
Halaqah 24 | Menyandarkan Nikmat Kepada Allāh
🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 12 Rabi’ul Awwal 1439 H / 30 November 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, M.A.
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 24 | Menyandarkan Nikmat Kepada Allāh
~~~~~~~~~~~~~~~
MENYANDARKAN NIKMAT KEPADA ALLĀH
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Halaqah yang ke-24 berjudul "Menyandarkan Nikmat Kepada Allāh".
Termasuk keyakinan yang harus diyakini dan diingat oleh setiap Muslim bahwa kenikmatan dengan segala jenisnya adalah dari Allāh.
Allāh berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
"Kenikmatan apa saja yang kalian dapatkan maka asalnya adalah dari Allāh."
(QS An Nahl: 53)
Dan termasuk syirik kecil apabila seseorang mendapatkan sebuah kenikmatan dari Allāh kemudian menyandarkan kenikmatan tersebut kepada selain Allāh.
Seperti mengatakan:
"Kalau pilot tidak mahir niscaya kita sudah celaka."
"Kalau tidak ada angsa niscaya uang kita sudah dicuri."
• "Kalau bukan karena dokter niscaya saya tidak sembuh."
Ini semua adalah menyandarkan kenikmatan kepada sebab.
Allāh berfirman:
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا
"Mereka mengenal nikmat Allāh kemudian mereka mengingkarinya."
(QS An Nahl: 83)
Seharusnya dia sandarkan kenikmatan tersebut kepada Allāh, Zat yang menciptakan sebab.
Seperti dengan mengatakan:
• "Kalau bukan karena Allāh niscaya kita sudah celaka."
• "Kalau bukan Allāh niscaya uang kita sudah hilang."
• "Kalau bukan karena Allāh niscaya saya tidak akan sembuh."
Karena apa?
Karena Allāh-lah yang memberikan:
✓Nikmat keselamatan
✓Nikmat keamanan
✓Nikmat kesembuhan
Sedangkan makhluk hanyalah sebagai alat sampainya kenikmatan tersebut kepada kita.
Kalau Allāh menghendaki niscaya Allāh tidak akan menggerakkan makhluk-makhluk tersebut untuk menolong kita.
Ini semua, bukan berarti seorang Muslim tidak boleh berterima kasih kepada orang lain.
Seorang Muslim diperintah untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seseorang yang berbuat baik kepadanya karena mereka menjadi sebab kenikmatan ini.
Bahkan diperintah untuk membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan atau dengan do'a yang baik.
Namun, pujian dan penyandaran kenikmatan tetap hanya kepada Allāh semata.
والله تعالى أعلم
Itulah yang bisa kita sampaikan pada kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.
و صلى الله على نبينا محمد و على آل نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين.
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
➖➖➖➖➖➖➖
Halaqah 23 | Ta'at Ulama Dalam Kebenaran
🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 11 Rabi’ul Awwal 1439 H / 29 November 2017 M
👤 Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, M.A.
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 23 | Ta'at Ulama Dalam Kebenaran
~~~~~~~~~~~~~~~
TA'AT ULAMA DALAM KEBENARAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول
Halaqah yang ke-23 dari Silsilah kita adalah tentang "Ta'at Ulama Dalam Kebenaran".
Ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu tentang Allāh dan juga agamanya.
Ilmu yang membawa dirinya untuk bertaqwa kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
Mereka adalah pewaris para Nabi dan kedudukan mereka di dalam agama Islam adalah sangat tinggi.
Allāh telah mengangkat derajat para ulama dan memerintahkan kita untuk ta'at kepada mereka selama mereka menyeru dan mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikan.
Allāh Ta'ālā berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ
"Wahai orang-orang yang beriman, ta'atlah kepada Allāh dan ta'atlah kepada Rasul dan Ulil Amri kalian."
(QS An Nisā: 59)
⇒ Dan ulil amri disini mencakup ulama dan juga umarā (pemerintah).
Menghormati mereka (yaitu para ulama) bukan berarti menta'ati mereka dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan.
Ulama, ayyuhal ikhwah, seperti manusia yang lain; ijtihad mereka terkadang salah dan terkadang benar.
✓Kalau benar, mereka mendapatkan 2 pahala.
✓Kalau salah, mereka mendapatkan 1 pahala.
Apabila jika telah jelas kebenaran bagi seorang Muslim dan jelas bahwasanya seorang ulama menyelisihi tersebut dalam sebuah permasalahan, maka tidak boleh seseorang menta'ati ulama tersebut kemudian dia meninggalkan kebenaran.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
"Tidak ada keta'atan dalam kemaksiatan, sesungguhnya keta'atan hanya di dalam kebenaran."
(Muttafaqun 'alaih)
Apabila seseorang menta'ati ulama dalam kemaksiatan kepada Allāh, maka dia telah menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syari'at dan bukan penyampai syari'at, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi & Nashrani.
Allāh berfirman :
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ الله
"Mereka (yaitu orang-orang Yahudi dan Nashrani) menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allāh."
(QS At Taubat: 31)
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan ayat ini, Beliau mengatakan:
"Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama dan ahli ibadah tersebut, akan tetapi mereka, apabila menghalalkan apa yang Allāh haramkan, maka mereka ikut menghalalkan.
Dan apabila ulama dan ahli ibadah tersebut mengharamkan apa yang Allāh halalkan, maka mereka pun ikut mengharamkan."
(Hadits hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)
Itulah halaqah yang ke-23 sampai bertemu pada halaqah yang selanjutnya.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
✒Ditranskrip oleh
Tim Transkrip BiAS
➖➖➖➖➖➖➖
Selasa, 28 November 2017
Halaqah 22 | Takut Kepada Allāh
🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 10 Rabi’ul Awwal 1439 H / 28 November 2017 M
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 22 | Takut Kepada Allāh
~~~~~~~~~~~~~~~
TAKUT KEPADA ALLĀH
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Halaqah yang ke-22 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang "Takut Kepada Allāh".
Di antara keyakinan seorang muslim, ayyuhal ikhwah, adalah bahwasanya manfaat dan mudharat adalah di tangan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā semata.
Seorang muslim tidak takut kecuali kepada Allāh dan tidak bertawakal kecuali kepada Allāh.
Takut kepada Allāh yang dibenarkan adalah takut yang membawa pelakunya untuk:
✓Merendahkan diri di hadapan Allāh
✓MengagungkanNya
✓Membawanya untuk menjauhi larangan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā
✓Melaksanakan perintahNya
✓Bukan takut yang berlebihan yang membawa kepada keputusasaan terhadap rahmat Allāh.
✓Bukan takut yang terlalu tipis yang tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allāh .
Takut seperti ini adalah ibadah.
Tidak boleh sekali-sekali seorang Muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allāh.
Dan barangsiapa menyerahkannya kepada selain Allāh, maka dia telah terjerumus ke dalam syirik besar, yang mengeluarkan seseorang dari Islam.
Seperti orang yang takut (terkena) mudharat (dengan) wali fulan yang sudah meninggal kemudian takut tersebut menjadikan dia merendahkan diri di hadapan kuburannya dan juga mengagungkannya.
Hendaknya seorang Muslim meneladani Nabi Ibrāhīm 'Alaihissalām ketika beliau berkata:
ﻭَﻟَﺎ ﺃَﺧَﺎﻑُ ﻣَﺎ ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺸَﺎﺀَ ﺭَﺑِّﻲ ﺷَﻴْﺌًﺎ
"Dan aku tidak takut dengan sesembahan kalian, mereka tidak memudharati aku kecuali apabila Rabbku menghendakinya."
(QS Al An'ām: 80)
Di antara takut yang diharamkan adalah takutnya seseorang kepada makhluk yang melebihi takutnya kepada Allāh sehingga takut tersebut membuat dia meninggalkan perintah Allāh atau melanggar larangan Allāh, seperti:
• Orang yang meninggalkan jihad yang wajib atasnya karena takut kepada orang-orang kafir.
Atau,
• Tidak melarang kemungkaran karena takut celaan manusia padahal dia mampu.
Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman :
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺫَﻟِﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻳُﺨَﻮِّﻑُ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَﻩُ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﻫُﻢْ ﻭَﺧَﺎﻓُﻮﻥِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻣُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
"Sesungguhnya itu hanyalah syaithan yang menakut-nakuti kalian wahai orang-orang yang beriman, dengan wali-walinya (penolong-penolongnya). Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kalian kepadaKu jika kalian benar-benar orang yang beriman."
(QS Āli 'Imrān: 175)
Di antara cara menghilangkan rasa takut kepada makhluk yang diharamkan adalah:
• ⑴ Berlindung kepada Allāh dari bisikan syaithan.
• ⑵ Mengingat sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang artinya:
ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻷُﻣَّﺔَ ﻟَﻮِ ﺍﺟْﺘَﻤَﻌَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻮﻙَ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻮﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻗَﺪْ ﻛَﺘَﺒَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻚَ ﻭَﻟَﻮِ ﺍﺟْﺘَﻤَﻌُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻀُﺮُّﻭﻙَ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮُّﻭﻙَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻗَﺪْ ﻛَﺘَﺒَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
"Ketahuilah bahwa seandainya umat semua berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan manfaat kecuali dengan apa yang sudah Allāh tulis dan seandainya mereka berkumpul untuk memberikan mudharat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan mudharat kecuali dengan apa yang sudah Allāh tulis."
(HR Tirmidzi dan dishahihkan Syaikh Al Albāniy Rahimahullāh)
Diperbolehkan takut yang merupakan tabiat manusia seperti takut kepada panasnya api binatang buas.
Dan takut seperti ini bukanlah takut yang merupakan ibadah dan juga bukan takut yang membawa seseorang meninggalkan perintah atau melanggar larangan Allāh.
Ini adalah takut yang tabiat, yang para Nabi pun tidak terlepas darinya.
Itulah halaqah yang ke-22 dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjuntnya.
و صلى الله على نبينا محمد و على آل نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين.
Saudaramu, 'Abdullāh Roy
✒Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
----------------------------------------------
Sabtu, 04 November 2017
Halaqah 20 | RIYĀ'
Sabtu, 15 Shafar 1439 H / 04 November 2017 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 20 | RIYĀ'
~~~~~~~~~~~~~~~
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
(HR Muslim)
Dan,
•✓Kalau Allāh menghendaki maka akan diadzab.
(QS An Nisā: 48)
• ⑵ Orang yang berinfaq supaya dikatakan dermawan.
• ⑶ Berjihad supaya dikatakan sebagai seorang pemberani.
Dan ikhlash adalah barang yang sangat berharga.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
______________________________
Jumat, 03 November 2017
Halaqoh 19 | Bersumpah Dengan Selain Nama Allāh
Jum’at, 14 Shafar 1439 H / 03 November 2017 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqoh 19 | Bersumpah Dengan Selain Nama Allāh
~~~~~~~~~~~~~~~
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين
Halaqah yang ke-19 dari Silsilah Belajar Tauhid kita kali ini adalah tentang "Bersumpah Dengan Selain Nama Allāh".
• Huruf wawu (وَ)
• Huruf ba (بَ)
• Huruf ta (تَ)
✓Wallāhi
✓Demi Rabb yang menciptakan langit dan bumi
✓Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya
✓Dan lain-lain.
✘Demi Rasūlullāh
✘Demi Ka'bah
✘Demi Jibrīl
✘Demi langit & bumi
✘Demi bulan & bintang
✘Dan lain-lain.
(HR Abū Dāwūd, Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albāni rahimahullāh)
✘ Demi Wisnu
✘ Demi Dewa Fulan
✘ Demi Lāta
✘ Dan lain-lain.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Di kota Al-Madīnah
______________________________
Kamis, 02 November 2017
Halaqah 18 Meramal Nasib Dengan Bintang
Kamis, 13 Shafar 1439 H / 02 November 2017 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 18 | Meramal Nasib Dengan Bintang
~~~~~~~~~~~~~~~
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين.
Halaqah yang ke-18 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang "Meramal Nasib Dengan Bintang".
⇒ Mengetahui arah utara atau selatan
⇒ Mengetahui arah daerah, arah kiblat
⇒ Mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan dan lain-lain.
Dan janganlah sekali-kali mencoba membaca kolom-kolom tersebut.
Kita tutup segala pintu yang bisa merusak 'aqidah kita dan juga keluarga kita.
______________________________
Rabu, 01 November 2017
Halaqah 17 | Tathayyur (Merasa Sial Dengan Sesuatu)
Rabu, 12 Shafar 1439 H / 01 November 2017 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 17 | Tathayyur (Merasa Sial Dengan Sesuatu)
~~~~~~~~~~~~~~~
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
(Hadits shahīh diriwayatkan oleh Imām Ahmad)
(HR Bukhari dan Muslim)
و السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
______________________________
Selasa, 31 Oktober 2017
Halaqah 16 Perdukunan
Selasa, 11 Shafar 1439 H / 31 Oktober 2017 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 16 | Perdukunan
➖➖➖➖➖➖➖
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
• Mengetahui ramalan nasib.
• Dan lain-lain.
• Menggaris di tanah.
• Melihat air di mangkok.
• Dan lain-lain.
⇒ Dan terkadang pula sempat menyampaikan sebelum akhirnya terkena lemparan bintang.
(HR Muslim)
Meskipun sebagian ulama berpendapat bahwa mendatangi dukun tidak sampai mengeluarkan seseorang dari Islam, namun kedua hadits di atas cukup menunjukkan besarnya dosa orang yang mendatangi dukun.
_________________________
Halaqah 15 Sihir
Senin, 10 Shafar 1439 H / 30 Oktober 2017 M
Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 15 | Sihir
➖➖➖➖➖➖➖
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين
Halaqah yang ke-15 dari Silsilah Belajar Tauhid adalah tentang "Sihir".
Sihir bermacam-macam jenisnya.
• ⑴ Menyerahkan sebagian ibadah kepada syaithān tersebut.
• ⑵ Menghina Al Qurān.
• ⑶ Mencela agama.
• ⑷ Dan lain-lain.
(QS Al-Baqarah: 102)
"Jauhilah 7 perkara yang membinasakan."
"Syirik kepada Allāh, sihir,...(dst)."
(Muttafaqun 'alaih)
Dan yang berhak untuk melakukan hukuman tersebut adalah pemerintah yang sah dan bukan individu.
• Dzikir pagi & petang
• Dzikir-dzikir setelah shalat 5 waktu
• Dzikir akan tidur
• Dzikir mau makan
• Dzikir masuk & keluar rumah
• Dzikir masuk & keluar kamar kecil
• Dan lain-lain.
• Jimat-jimat
• Musik-musik
• Gambar-gambar makhluk bernyawa
• Dan lain-lain.
√ Bersabar.
√ Merendahkan diri kepada Allāh.
√ Memohon dariNya kesembuhan.
√ Dan berpegang dengan ruqyah-ruqyah yang disyari'atkan.
√ Dan jangan sekali-kali dia berusaha untuk menghilangkan sihir dengan cara meminta bantuan jin, baik secara langsung maupun lewat dukun, paranormal dan yang semisal dengan mereka.
________________________________
Sabtu, 07 Oktober 2017
Halaqah 14 Berlebihan Terhadap Orang ShalihAdl Pintu Kesyirikan
Sabtu, 17 Muharam 1439 H / 07 Oktober 2017 M
Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 14 | Berlebihan Terhadap Orang Shalih Adalah Pintu Kesyirikan
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله
Orang yang shalih adalah orang yang baik karena mengikuti syariat Allāh, baik dalam hal 'aqidah, ibadah maupun muamalah.
✓Mencintai mereka.
✓Mengikuti jejak mereka dalam kebaikan.
⑴ Mendudukkan mereka di atas kedudukannya sebagai manusia.
⑵ Mensifati mereka dengan sifat-sifat yang tidak pantas kecuali untuk Allāh.
(HR Bukhari)
✓Beliau adalah seorang rasul maka tidak boleh dicela & diselisihi.
• Membangun di atas kuburan mereka.
• Beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā di samping kuburan mereka dan lain-lain.
• Dan yang paling parah adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka.
Di kota Al Madinah An Nabawiyyah
___________________________
Jumat, 06 Oktober 2017
Halaqah 13 Syafa'at
Jum’at, 16 Muharam 1439 H / 06 Oktober 2017 M
Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 13 | Syafa'at
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين
⑵ Dan bersihnya seseorang dari kesyirikan.
(Hadits Shahih Riwayat Muslim)
(QS Al Anbiyā: 28)
(QS Al Baqarah: 255)
⇒ Ini adalah cara meminta syafā'at yang diperbolehkan.
(QS Yūnus: 18)
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
___________________________
Kamis, 05 Oktober 2017
Halaqah 12 Berdoa Kepada Selain Alloh Adalah Syirik Besar
Kamis, 15 Muharam 1439 H / 05 Oktober 2017 M
Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 12 | Berdoa Kepada Selain Allāh Adalah Syirik Besar
~~~~~~~~~~~~~~~
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين
• ⑴ Istighātsah (meminta dilepaskan dari kesusahan)
• ⑵ Isti'ādzah (meminta perlindungan)
• ⑶ Isti’ānah (meminta pertolongan)
• ⑴ Makhluk tersebut masih hidup.
• ⑵ Dia berada di depan kita atau bisa mendengar ucapan kita.
• ⑶ Dia mampu sebagai makhluk untuk melakukannya.
• ⑷ Tidak boleh seseorang bertawakkal kepada sebab tersebut, akan tetapi bertawakkal kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang menciptakan sebab.
___________________________
Rabu, 04 Oktober 2017
Halaqah 11 Ar Ruqyah ( Jampi- Jampi )
Rabu, 14 Muharam 1439 H / 04 Oktober 2017 M
Ustadz Dr. 'Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 11 | Ar Ruqyah (Jampi-Jampi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين
"Kami dahulu meruqyah di zaman Jahiliyyah, maka kami bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam :
• Do’a-do’a yang diajarkan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
• Do’a-do’a yang lain yang diketahui kebenaran maknanya, baik dengan bahasa Arab maupun dengan selain bahasa Arab.
___________________________
Kajian
IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH
🌍 BimbinganIslam.com 📆 Jum'at, 30 Syawwal 1442 H/11 Juni 2021 M 👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA 📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fī...
hits
-
🌍 BimbinganIslam.com Rabu, 28 Rabi'ul Akhir 1441 H | 25 Desember 2019 M 👤 Ustadz Fauzan S.T., M.A. Ԃ...
-
🌍 BimbinganIslam.com 📆 Kamis, 03 Ramadhān 1442 H/ 15 April 2021 M 👤 Ustadz Arief Budiman, Lc 📗 Kitāb Shifatu Shaum Nabi ﷺ Fī Ramadhān ...
-
🌍 BimbinganIslam.com Senin, 26 Rabi'ul Akhir 1441 H / 23 Desember 2019 M 👤 Ustadz Fauzan S.T., M.A. €...