Tampilkan postingan dengan label alqur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alqur'an. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2020

ADAB-ADAB MEMBACA AL-QUR'ĀN

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 13 Ramadhan 1441 H / 06 Mei 2020 M
👤 Ustadz Ibnu Ali Sutopo, M.Si.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-13
🔊 Adab-Adab Membaca Al-Qur'an
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-13
〰〰〰〰〰〰〰
ADAB-ADAB MEMBACA AL-QUR'ĀN

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وأصحابه  ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Bapak ibu saudara saudari sekalian, pemirsa BiAS TV yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Al-Qur'ān adalah kitāb yang diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, di antara bentuk keberkahan Al-Qur'ān Al-Karīm adalah Allāh pilih bulan suci Ramadhān sebagai bulan untuk berpuasa bagi kaum mukminin.

Kenapa? Karena di bulan Ramadhān diturunkan Al-Qur’ān Al-Karīm kitāb yang berkah sehingga bulannya pun menjadi bulan yang berkah. Māsyā Allāh.

Apa yang harus kita lakukan untuk mengoptimalkan bulan Ramadhān ini, untuk meraup keberkahan dari Al-Qur'ān, adalah:

⑴ Hendaklah kita memperbanyak membaca Al-Qur’ān Al-Karīm.

Jadi untuk meraup keberkahan dari Al-Qur'ān kita memperbanyak tilawatil qur'ān.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur'ān maka dia akan mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya."

Māsyā Allāh. Tidak ada kitāb yang ada di dunia ini seperti Al-Qur'ān Al-Karīm, dimana membaca hurufnya saja (walaupun) tidak paham maknanya, maka dia mendapatkan kebaikan (keberkahan).

Maka kita harus memperbanyak membaca Al-Qur'ān Al-Karīm di bulan Ramadhān ini.

⑵ Mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'ān.

Namanya manusia terkadang capek untuk membaca Al-Qur'ān, terkadang kurang semangat untuk membaca. Maka untuk meraih keberkahan Al-Qur'ān, kita bisa ganti dengan mendengarkan Al-Qur'ān dengan cara memutar muratal Al-Qur'ān atau meminta teman kita membaca Al-Qur'ān kemudian kita mendengarkannya. Sehingga kita mendapatkan keberkahan Al-Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan apabila dibacakan Al-Qur'ān, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."

(QS Al-Arāf:204)

Rahmat Allāh turun di antaranya karena kita mendengarkan Al-Qur'ān Al-Karīm. Māsyā Allāh.

⑶ Tadabbur Al-Qur'ān

Kita tadabbur dengan adab-adab yang baik, kita pahami kandungan ayat per ayat, karena tadabbur ini adalah di antara tujuan diturunkannya Al-Qur'ān Al-Karīm.

Tujuan diturunkannya Al-Qur'ān Al-Karīm agar kita mendapatkan keberkahan Al-Qur'ān dan mendapatkan banyak pelajaran dan nasehat-nasehat dari Allāh yang terdapat di dalam Al-Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌۭ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

"Ini adalah sebuah kitāb yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mendapat pelajaran."

(QS Sad : 29)

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari mentadabburi Al-Qur'ān Al-Karīm diantaranya agar hati kita menjadi lembut dan akhlak kita lebih baik.

⑷ Keberkahan Al-Qur'ān bisa diraih oleh orang yang menghapalkan Al-Qur'ān Al-Karīm

Kita mulai menghapal dari ayat-ayat yang menurut kita mudah, karena keberkahan Al-Qur'ān diberikan juga kepada orang-orang yang mau menjadikan dirinya salah satu penghapal Al-Qur'ān.

Kita tidak harus menghapal seluruh ayat Al-Qur'ān, kita bisa menghapal beberapa ayat dari Al-Qur'ān (surah dari Al-Qur'ān), intinya kita berusaha untuk menghapal Al-Qur'ān Al-Karīm.

Misalnya:

Ada dua toko yang disewa (toko A dan toko B) toko A menjual ketela, toko B menjual emas, biaya sewanya sama tetapi ketika sudah diisi produk yang akan di jual, nilainya menjadi berbeda dan pastinya toko B yang menjual emas nilainya lebih tinggi daripada toko A.

Kenapa? Karena melihat isi toko tersebut.

Kita diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla memiliki hati, apabila hati kita diisi dengan Al-Qur'ān Al-Karīm, tidak ada yang lebih mulia dibandingkan dengan Al-Qur'ān Al-Karīm.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ أحسنَ الحديثِ كتابُ الله

"Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

Allāh menjadikan dada penghapal Al-Qur'ān sebagai penyimpan kalam-Nya yang mulia.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

بَلْ هُوَ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌۭ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعلم

"Sebenarnya, Al-Qur'ān itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu."

(QS Al-Ankabut :49)

Allāh jadikan dada orang-orang yang menghapal kitāb-Nya untuk menyimpan kalam-Nya yang mulia dan Allāh sifati dengan orang-orang yang diberi ilmu.

Bahkan Allāh memberikan kemuliaan di akhirat, diberikan kesempatan kepada penghapal Al-Qur'ān untuk membaca Al-Qur'ān dengan tartil, setiap ayat yang dia baca akan naik tingkatan surga yang lebih tinggi.

Tangga surga dinaiki tangga demi tangga kemudian mencapai puncak surga yang tertinggi diantara sebabnya karena membaca Al-Qur'ān.

Setiap satu ayat dia akan naik satu tingkat, satu ayat dibaca dengan hapalannya naik satu tingkat, sampai mencapai tingkat yang tertinggi sesuai dengan hapalan yang dia bawa.

Sebagian ulama menyebutkan bahwasanya jumlah tangga di surga sebanyak ayat di dalam Al-Qur'ān (Māsyā Allāh).

Mari kita mulai untuk menghapal kalam Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⑸ Keberkahan Al-Qur'ān akan didapat bagi orang yang mengamalkan Al-Qur'ān Al-Karīm

Kita beramal dengan kandungannya, kita praktekan dalam diri kita, kemudian kita amalkan dalam keseharian kita. Karena tujuan Al-Qur'ān untuk diamalkan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

 وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌۭ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan Al-Qur'ān itu adalah kitāb yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat."

(QS Al-An'ām :155)

⑹ Keberkahan Al-Qur'ān akan diperoleh bagi orang yang mau belajar

Keberkahan Al-Qur'ān akan diperoleh bagi orang yang mau belajar, bagi orang yang mau mendakwahkan Al-Qur'ān Al-Karīm.

Kita ingin menjadi orang terbaik, terbaik bukan dimata makhluk tetapi terbaik di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sudah memberitakan bagaimana kita bisa menjadi salah satu orang yang terbaik.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar dan mengajarkan Al-Qur’ān."

Dibulan Ramadhān, bulan Al-Qur'ān mari kita raih keberkahan sebanyak-banyaknya dengan banyak berinteraksi dengan Al-Qur'ān baik dengan membaca, mendengarkan dan mentadabburinya, menghapal dan mengamalkan dan kita belajar juga mengajarkan Al-Qur'ān.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.

وصلى الله على النبينا و حبيبي المصطفى محمد وعلى آله وصحبه و سلم و الحمد لله رب العالمين
و اﻟسّلامــ عليكـمــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ ​​

________

JENIS KEDUA DALAM MEMBACA AL QUR'ĀN

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 12 Ramadhan 1441 H / 05 Mei 2020 M
👤 Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-12
🔊 Bentuk Terbaik Tilawah Al-Qur'an
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-12
〰〰〰〰〰〰〰

*JENIS KEDUA DALAM MEMBACA AL QUR'ĀN*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اما بعد

Bulan Ramadhān, syahrul Qur'ān (bulannya Al Qur’ān). Para ulama menyebutkan membaca Al Qur'ān itu ada dua,

1. Membaca Lafazhnya, (membaca kata-katanya) yang itu mendapatkan pahala dalam setiap hurufnya 10 kebaikan.

2. Membaca Hukumnya (memahami hukum-hukumnya) memahami apa yang ada di dalamnya dan kemudian mengamalkannya.

Yang kedua ini, in syā Allāh akan kita bahas pada kesempatan kali ini dengan ringkas.

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Membaca, memahami dan mengamalkan Al Qur'ān adalah fungsi, tujuan utama diturunkannya Al Qur'ān kepada hamba-hamba Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Bayangkan, apabila kita memiliki sebuah buku petunjuk, tetapi buku tersebut tidak kita baca, maka kita tidak akan memahami petunjuk yang terdapat di dalamnya.

Bayangkan jika kita baca tanpa kita pahami, kita juga tidak bisa mengambil pelajaran dari dalamnya. Kita pahami, kita baca, tapi tidak kita amalkan, itu juga tidak akan bisa mendapatkan manfaat dengan buku petunjuk tersebut.

Buku petunjuk itu akan bermanfaat jika kita baca, jika kita pahami dan juga kita amalkan, begitulah Al Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

_"Kitāb (Al Qur'ān) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."_

(QS. Shad : 29)

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda dalam sebuah hadīts:

والقرآن حجة لك أو عليك

_"Sesungguhnya Al Qur'ān itu hujjah yang akan membelamu atau hujjah yang akan menuntutmu (pada hari kiamat).”_

(Hadīts riwayat Muslim nomor 223)

Begitulah Al Qur'ān, jika kita menjadikan Al Qur'ān berada di depan kita dan kita mengikutinya, maka Al Qur'ān akan menjadi pembela bagi kita di hari kiamat nanti.

Akan tetapi apabila kita menjadikan Al Qur'ān di belakang kita, kita menjadikan Al Qur'ān yang justru mengikuti kita, Kita beragama sesuai dengan hawa nafsu, maka Al Qur'ān akan menjadi penuntut kita pada hari kiamat nanti.

Demikian pula Ahlul Qur'ān, hendaknya mengamalkan Al Qur'ān. Tampak pada dirinya sifat-sifat Ahlul Qur'ān.

Sahabat Abdullāh bin Mas'ūd radhiyallāhu 'anhu berkata:

ينبغي لقارئ القرآن أن يعرف بليله إذا الناس ينامون، وبنهاره إذا الناس يفطرون، وببكائه إذا الناس يضحكون، وبورعه إذا الناس يخلطون، وبصمتهِ إذا النَّاس يخوضون، وبخشوعه إذا النَّاس يختالون، وبحزنه إذا النَّاس يفرحون.

_"Selayaknya bagi Ahlul Qur'ān, menjadi tampak di malam hari ketika manusia tidur dan tampak di siang hari ketika manusia berpuasa. Dan dia tampak dengan tangisnya ketika manusia tertawa dan dengan sifat sederhananya ketika manusia berlebihan. Dan dengan diamnya ketika manusia banyak berbicara, dan dengan khusyuknya ketika manusia lalai, dan dengan sedihnya apabila manusia saling bergembira."_

Itulah Ahlul Qur'ān dia harus menampakkan dirinya berbeda dengan banyak manusia (berbeda dalam arti kebaikan).

Terakhir Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan orang-orang yang meninggalkan Al Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًۭا

_Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhālim menggigit dua tangannya, seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasūl."_

(QS. Al Furqan: 27)

Seandainya aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai temanku.

Kenapa dia menyesal?

Karena menjadikan Si Fulan sebagai teman, karena Si Fulan menjauhkan dia dari Al Qur'ān.

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

_"Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al Qur'ān) ketika (Al Qur'ān) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia.”_

(QS Al Furqan: 29)

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh, janganlah kita menjadi orang-orang yang dekat dengan orang-orang yang menjauhkan kita dengan Al Qur'ān.

Dekatlah kita dengan orang-orang yang mendekatkan kita dengan Al Qur'ān baik mendekatkan kita dengan bacaan Al Qur'ān maupun mendekatkan kita untuk beramal dengan Al Qur'ān.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawab.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  وسلم
____________________

Kamis, 07 Mei 2020

ADAB-ADAB MEMBACA AL-QUR'ĀN

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 13 Ramadhan 1441 H / 06 Mei 2020 M
👤 Ustadz Ibnu Ali Sutopo, M.Si.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-13
🔊 Adab-Adab Membaca Al-Qur'an
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-13
〰〰〰〰〰〰〰
ADAB-ADAB MEMBACA AL-QUR'ĀN

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وأصحابه  ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Bapak ibu saudara saudari sekalian, pemirsa BiAS TV yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Al-Qur'ān adalah kitāb yang diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, di antara bentuk keberkahan Al-Qur'ān Al-Karīm adalah Allāh pilih bulan suci Ramadhān sebagai bulan untuk berpuasa bagi kaum mukminin.

Kenapa? Karena di bulan Ramadhān diturunkan Al-Qur’ān Al-Karīm kitāb yang berkah sehingga bulannya pun menjadi bulan yang berkah. Māsyā Allāh.

Apa yang harus kita lakukan untuk mengoptimalkan bulan Ramadhān ini, untuk meraup keberkahan dari Al-Qur'ān, adalah:

⑴ Hendaklah kita memperbanyak membaca Al-Qur’ān Al-Karīm.

Jadi untuk meraup keberkahan dari Al-Qur'ān kita memperbanyak tilawatil qur'ān.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur'ān maka dia akan mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya."

Māsyā Allāh. Tidak ada kitāb yang ada di dunia ini seperti Al-Qur'ān Al-Karīm, dimana membaca hurufnya saja (walaupun) tidak paham maknanya, maka dia mendapatkan kebaikan (keberkahan).

Maka kita harus memperbanyak membaca Al-Qur'ān Al-Karīm di bulan Ramadhān ini.

⑵ Mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'ān.

Namanya manusia terkadang capek untuk membaca Al-Qur'ān, terkadang kurang semangat untuk membaca. Maka untuk meraih keberkahan Al-Qur'ān, kita bisa ganti dengan mendengarkan Al-Qur'ān dengan cara memutar muratal Al-Qur'ān atau meminta teman kita membaca Al-Qur'ān kemudian kita mendengarkannya. Sehingga kita mendapatkan keberkahan Al-Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan apabila dibacakan Al-Qur'ān, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."

(QS Al-Arāf:204)

Rahmat Allāh turun di antaranya karena kita mendengarkan Al-Qur'ān Al-Karīm. Māsyā Allāh.

⑶ Tadabbur Al-Qur'ān

Kita tadabbur dengan adab-adab yang baik, kita pahami kandungan ayat per ayat, karena tadabbur ini adalah di antara tujuan diturunkannya Al-Qur'ān Al-Karīm.

Tujuan diturunkannya Al-Qur'ān Al-Karīm agar kita mendapatkan keberkahan Al-Qur'ān dan mendapatkan banyak pelajaran dan nasehat-nasehat dari Allāh yang terdapat di dalam Al-Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌۭ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ

"Ini adalah sebuah kitāb yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang berakal mendapat pelajaran."

(QS Sad : 29)

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari mentadabburi Al-Qur'ān Al-Karīm diantaranya agar hati kita menjadi lembut dan akhlak kita lebih baik.

⑷ Keberkahan Al-Qur'ān bisa diraih oleh orang yang menghapalkan Al-Qur'ān Al-Karīm

Kita mulai menghapal dari ayat-ayat yang menurut kita mudah, karena keberkahan Al-Qur'ān diberikan juga kepada orang-orang yang mau menjadikan dirinya salah satu penghapal Al-Qur'ān.

Kita tidak harus menghapal seluruh ayat Al-Qur'ān, kita bisa menghapal beberapa ayat dari Al-Qur'ān (surah dari Al-Qur'ān), intinya kita berusaha untuk menghapal Al-Qur'ān Al-Karīm.

Misalnya:

Ada dua toko yang disewa (toko A dan toko B) toko A menjual ketela, toko B menjual emas, biaya sewanya sama tetapi ketika sudah diisi produk yang akan di jual, nilainya menjadi berbeda dan pastinya toko B yang menjual emas nilainya lebih tinggi daripada toko A.

Kenapa? Karena melihat isi toko tersebut.

Kita diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla memiliki hati, apabila hati kita diisi dengan Al-Qur'ān Al-Karīm, tidak ada yang lebih mulia dibandingkan dengan Al-Qur'ān Al-Karīm.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ أحسنَ الحديثِ كتابُ الله

"Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

Allāh menjadikan dada penghapal Al-Qur'ān sebagai penyimpan kalam-Nya yang mulia.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

بَلْ هُوَ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌۭ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعلم

"Sebenarnya, Al-Qur'ān itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu."

(QS Al-Ankabut :49)

Allāh jadikan dada orang-orang yang menghapal kitāb-Nya untuk menyimpan kalam-Nya yang mulia dan Allāh sifati dengan orang-orang yang diberi ilmu.

Bahkan Allāh memberikan kemuliaan di akhirat, diberikan kesempatan kepada penghapal Al-Qur'ān untuk membaca Al-Qur'ān dengan tartil, setiap ayat yang dia baca akan naik tingkatan surga yang lebih tinggi.

Tangga surga dinaiki tangga demi tangga kemudian mencapai puncak surga yang tertinggi diantara sebabnya karena membaca Al-Qur'ān.

Setiap satu ayat dia akan naik satu tingkat, satu ayat dibaca dengan hapalannya naik satu tingkat, sampai mencapai tingkat yang tertinggi sesuai dengan hapalan yang dia bawa.

Sebagian ulama menyebutkan bahwasanya jumlah tangga di surga sebanyak ayat di dalam Al-Qur'ān (Māsyā Allāh).

Mari kita mulai untuk menghapal kalam Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⑸ Keberkahan Al-Qur'ān akan didapat bagi orang yang mengamalkan Al-Qur'ān Al-Karīm

Kita beramal dengan kandungannya, kita praktekan dalam diri kita, kemudian kita amalkan dalam keseharian kita. Karena tujuan Al-Qur'ān untuk diamalkan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

 وَهَـٰذَا كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ مُبَارَكٌۭ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan Al-Qur'ān itu adalah kitāb yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat."

(QS Al-An'ām :155)

⑹ Keberkahan Al-Qur'ān akan diperoleh bagi orang yang mau belajar

Keberkahan Al-Qur'ān akan diperoleh bagi orang yang mau belajar, bagi orang yang mau mendakwahkan Al-Qur'ān Al-Karīm.

Kita ingin menjadi orang terbaik, terbaik bukan dimata makhluk tetapi terbaik di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sudah memberitakan bagaimana kita bisa menjadi salah satu orang yang terbaik.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar dan mengajarkan Al-Qur’ān."

Dibulan Ramadhān, bulan Al-Qur'ān mari kita raih keberkahan sebanyak-banyaknya dengan banyak berinteraksi dengan Al-Qur'ān baik dengan membaca, mendengarkan dan mentadabburinya, menghapal dan mengamalkan dan kita belajar juga mengajarkan Al-Qur'ān.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.

وصلى الله على النبينا و حبيبي المصطفى محمد وعلى آله وصحبه و سلم و الحمد لله رب العالمين
و اﻟسّلامــ عليكـمــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ ​​

________

JENIS KEDUA DALAM MEMBACA AL QUR'ĀN

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 12 Ramadhan 1441 H / 05 Mei 2020 M
👤 Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-12
🔊 Bentuk Terbaik Tilawah Al-Qur'an
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-12
〰〰〰〰〰〰〰

*JENIS KEDUA DALAM MEMBACA AL QUR'ĀN*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اما بعد

Bulan Ramadhān, syahrul Qur'ān (bulannya Al Qur’ān). Para ulama menyebutkan membaca Al Qur'ān itu ada dua,

1. Membaca Lafazhnya, (membaca kata-katanya) yang itu mendapatkan pahala dalam setiap hurufnya 10 kebaikan.

2. Membaca Hukumnya (memahami hukum-hukumnya) memahami apa yang ada di dalamnya dan kemudian mengamalkannya.

Yang kedua ini, in syā Allāh akan kita bahas pada kesempatan kali ini dengan ringkas.

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Membaca, memahami dan mengamalkan Al Qur'ān adalah fungsi, tujuan utama diturunkannya Al Qur'ān kepada hamba-hamba Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Bayangkan, apabila kita memiliki sebuah buku petunjuk, tetapi buku tersebut tidak kita baca, maka kita tidak akan memahami petunjuk yang terdapat di dalamnya.

Bayangkan jika kita baca tanpa kita pahami, kita juga tidak bisa mengambil pelajaran dari dalamnya. Kita pahami, kita baca, tapi tidak kita amalkan, itu juga tidak akan bisa mendapatkan manfaat dengan buku petunjuk tersebut.

Buku petunjuk itu akan bermanfaat jika kita baca, jika kita pahami dan juga kita amalkan, begitulah Al Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

_"Kitāb (Al Qur'ān) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."_

(QS. Shad : 29)

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda dalam sebuah hadīts:

والقرآن حجة لك أو عليك

_"Sesungguhnya Al Qur'ān itu hujjah yang akan membelamu atau hujjah yang akan menuntutmu (pada hari kiamat).”_

(Hadīts riwayat Muslim nomor 223)

Begitulah Al Qur'ān, jika kita menjadikan Al Qur'ān berada di depan kita dan kita mengikutinya, maka Al Qur'ān akan menjadi pembela bagi kita di hari kiamat nanti.

Akan tetapi apabila kita menjadikan Al Qur'ān di belakang kita, kita menjadikan Al Qur'ān yang justru mengikuti kita, Kita beragama sesuai dengan hawa nafsu, maka Al Qur'ān akan menjadi penuntut kita pada hari kiamat nanti.

Demikian pula Ahlul Qur'ān, hendaknya mengamalkan Al Qur'ān. Tampak pada dirinya sifat-sifat Ahlul Qur'ān.

Sahabat Abdullāh bin Mas'ūd radhiyallāhu 'anhu berkata:

ينبغي لقارئ القرآن أن يعرف بليله إذا الناس ينامون، وبنهاره إذا الناس يفطرون، وببكائه إذا الناس يضحكون، وبورعه إذا الناس يخلطون، وبصمتهِ إذا النَّاس يخوضون، وبخشوعه إذا النَّاس يختالون، وبحزنه إذا النَّاس يفرحون.

_"Selayaknya bagi Ahlul Qur'ān, menjadi tampak di malam hari ketika manusia tidur dan tampak di siang hari ketika manusia berpuasa. Dan dia tampak dengan tangisnya ketika manusia tertawa dan dengan sifat sederhananya ketika manusia berlebihan. Dan dengan diamnya ketika manusia banyak berbicara, dan dengan khusyuknya ketika manusia lalai, dan dengan sedihnya apabila manusia saling bergembira."_

Itulah Ahlul Qur'ān dia harus menampakkan dirinya berbeda dengan banyak manusia (berbeda dalam arti kebaikan).

Terakhir Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan orang-orang yang meninggalkan Al Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًۭا

_Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhālim menggigit dua tangannya, seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasūl."_

(QS. Al Furqan: 27)

Seandainya aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai temanku.

Kenapa dia menyesal?

Karena menjadikan Si Fulan sebagai teman, karena Si Fulan menjauhkan dia dari Al Qur'ān.

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

_"Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al Qur'ān) ketika (Al Qur'ān) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia.”_

(QS Al Furqan: 29)

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh, janganlah kita menjadi orang-orang yang dekat dengan orang-orang yang menjauhkan kita dengan Al Qur'ān.

Dekatlah kita dengan orang-orang yang mendekatkan kita dengan Al Qur'ān baik mendekatkan kita dengan bacaan Al Qur'ān maupun mendekatkan kita untuk beramal dengan Al Qur'ān.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawab.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  وسلم
____________________

Sabtu, 02 Mei 2020

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'ĀN

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 05 Ramadhan 1441 H / 28 April 2020 M
👤 Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-05
🔊 Keutamaan Membaca Al-Qur'an
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-05
〰〰〰〰〰〰〰

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'ĀN

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى
أشحدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و اشهد أن محمد ر سو ل الله اما بعد

Al-Qur'ān adalah di antara keistimewaan di bulan Ramadhān ini, membaca Al-Qur'ān adalah sebuah keistimewaan yang besar di bulan Ramadhān ini.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman dalam surat Fāthir ayat 29 dan 30.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ ۞ لِيُوَفِّيَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّهُۥ غَفُورٞ شَكُورٞ ۞

"Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitāb Allāh (Al-Qur'ān) dan melaksanakan shalāt dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. Agar Allāh menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allāh Maha Pengampun, Maha Mensyukuri."

Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allāh.

Para ulama menjelaskan ayat ini disebut dengan ayat qurra', ayat yang menunjukkan keutamaan orang-orang yang membaca Al-Qur'ān.

Allāh sebutkan di sini يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ (mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi), Subhānallāh.

Perdagangan dengan siapa?

Perdagangan dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allāh.

Para ulama menjelaskan tilawah itu ada dua, yaitu:

⑴ Tilawah Hukmiyyah
⑵ Tilawah Lafdhiyyah

• Tilawah Hukmiyyah adalah:

Tilawah membaca hukum-hukum yang terdapat di dalam Al-qur'ān, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan memahaminya. Tilawah hukmiyyah merupakan kebaikan yang sangat besar.

• Tilawah Lafdhiyyah adalah:

Membaca lafadz Al-Qur'ān, membaca ayat-ayat Al-Qur'ān. Ini juga merupakan sebuah kebaikan yang sangat besar.

Keduanya harus dilakukan oleh seorang muslim dengan sebaik-baiknya. Terkhusus di bulan Ramadhān ini.

Kita akan membahas Tilawah Lafdhiyyah, yaitu membaca lafadz Al-Qur'ān dan keutamaan yang terdapat didalamnya.

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang mempelajari Al-Qur'ān dan mengajarkannya."

(Hadīts shahīh riwayat Al-Bukhāri nomor 5027)

Allāh sebutkan orang yang belajar Al-Qur'ān, belajar membacanya secara lafadz, mengajarkan Al-Qur'ān kepada orang, mengajarkan iqra', mengajarkan alif ba ta tsa kepada manusia. Merekalah orang-orang terbaik, orang-orang terbaik dalam pengajaran.

Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan permisalan, dan betapa banyak Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan permisalan untuk mengajarkan kepada para sahabat dan kita semua.

"Permisalan orang mukmin yang membaca Al-Qur'ān, seperti sebuah jeruk, baunya enak dan rasanya enak."

Baunya enak dan rasanya pun enak, baunya harum dan rasanya pun harum, inilah perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur'ān.

وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

Dan permisalan orang beriman yang tidak membaca Al-Qur'ān, seperti kurma, tidak ada baunya tetapi rasanya manis.

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Dan permisalan orang-orang munafik yang mereka membaca Al-Qur'ān, seperti daun kemangi rasanya tidak ada akan tetapi baunya harum.

وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Dan permisalan orang-orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'ān, seperti handzalah buah yang rasanya pahit dan baunya tidak enak.

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 797)

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

"Bacalah Al-Qur'ān, karena Al-Qur'ān akan datang pada hari Kiamat memberikan syafa'at bagi orang yang membacanya"

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 804)

Demikian, keutamaan membaca Al-Qur'ān secara lafdhiyyah. Mudah-mudahan kita ada kesempatan untuk melanjutkan apa manfaat atau hikmah kita membaca Al-Qur'ān secara hukumnya, mengaplikasikan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawab

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  وسلم

____________________

Kajian

IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH

🌍 BimbinganIslam.com 📆 Jum'at, 30 Syawwal 1442 H/11 Juni 2021 M 👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA 📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah  Fī...

hits