Minggu, 27 Mei 2018

AMALAN-AMALAN SHĀLIH YANG DILAKUKAN PARA SALAF, BAGIAN 02


🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 01 Ramadhan 1439 H / 17 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Shalih Yang Dilakukan Para Salaf (Bagian 02)
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-Amalan-Shalih-Salaf-02
----------------------------------
*AMALAN-AMALAN SHĀLIH YANG DILAKUKAN PARA SALAF, BAGIAN 02*

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد
Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dimanapun anda berada, semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  memberkahi kita semua.
Amalan-amalan shālih berikutnya yang dilakukan oleh para salafush shālih di dalam menyambut bulan Ramadhān, adalah:
⑵ Al Qiyām
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
_"Barangsiapa yang shalāt malam di bulan Ramadhān dengan penuh keimānan dan mengharapkan pahala dari Allāh, niscaya akan diampuni dosa-dosa dia yang telah lalu."_
(Muttafaqun 'alayh)
Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًۭا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَـٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَـٰمًۭا ۞ وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
_"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati (tidak menyombongkan diri) dan apabila orang-orang jāhil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri."_
(QS Al Furqān: 63-64)
Sifat-sifat 'ibadurahmān di antaranya:
√ Mereka berjalan di muka bumi ini dengan tunduk (tidak menyombongkan diri).
√ Dan apabila orang-orang jāhil mencela (mengejek) mereka, mereka mengucapkan, "Salam kesejahteraan," (maksudnya) mereka tidak membalas atau menimpali cela-celaan orang jāhil tersebut.
√ Mereka menghabiskan malamnya dengan keadaan sujud dan berdiri (maksudnya) shalāt malam.
Qiyāmul lail ini adalah kebiasaannya atau amalan yang senantiasa dilakukan oleh Nabi kita (shallallāhu 'alayhi wa sallam).
Oleh karena itu, 'Āisyah radhiyallāhu ta'āla 'anhā mengatakan:
لاَ تَدَعْ قِيَامَ اللَّيْلِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ لاَ يَدَعُهُ وَكَانَ إِذَا مَرِضَ أَوْ كَسِلَ صَلَّى قَاعِدًا
_"Jangan kamu tinggalkan shalāt malam, karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah meninggalkannya, apabila beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) dalam keadaan sakit atau kurang semangat, maka beliau shalāt dalam keadaan duduk."_
Dan Umar bin Khaththāb radhiyallāhu ta'āla 'anhu mengatakan:

"Bahwasanya beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) biasa shalāt malam sampai sesuai dengan yang Allāh kehendaki terkadang sampai pertengahan malam."
Pada pertengahan malam beliau membangunkan keluarganya kemudian beliau mengatakan kepada mereka untuk shalāt.
Kemudian beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) membaca ayat:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًۭا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَـٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
_"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalāt dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa."_
(QS Thāhā: 132)
Oleh karena itu, Ibnu 'Umar juga membaca ayat:
أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًۭا وَقَآئِمًۭا يَحْذَرُ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِ
_"Apakah sama antara orang-orang yang berdiri tegak khusyu (beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri) karena khawatir atau takut terhadap perkara-perkara akhirat dan mengharapkan rahmat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Apakah sama dengan orang yang tidak melakukan hal itu?"_
(QS Az Zummar: 9)
Tentunya tidak sama.
Karena ini adalah kebiasaan-kebiasaan oleh orang-orang shālih, pemukanya adalah Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Mengenai ayat yang dibaca oleh Ibnu 'Umar tatkala beliau membacakan:
أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًۭا وَقَآئِمًۭا يَحْذَرُ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِ
Kata beliau:
"Itulah Utsmān bin Affān."
Beliau mengisyaratkan bahwasanya ayat ini turun yang dimaksudkan adalah Utsmān bin Affān.
Kata Imām Ibnu Abī Hatim, Ibnu 'Umar mengatakan, "Demikian itu karena amirul mukminin (Utsmān bin Affān) terlalu banyak dan panjang bacaan Al Qur'ān di dalam shalāt malamnya."
Bahkan diriwayatkan beliau membaca Al Qur'ān di dalam satu raka'at hingga mengkhatamkan Al Qur'ān.
Dari Al Qamah bin Qais beliau berkata:
"Pada suatu malam saya bermalam dengan Abdullāh bin Mas'ūd, kemudian di awal malam beliau berdiri dan shalāt, kemudian beliau membaca qira'ahnya (bacaan imām) di masjid kampungnya dengan bacaan yang tartil dan muraja'ah dan beliau mendengar yang disekelilingnya sampai tidak tersisa lagi malam kecuali sedikit maka kemudian beliau shalāt witir."
Maksudnya, kata Al Qamah:
"Abdullāh bin Mas'ūd sejak awal malam beliau berdiri dan shalāt kemudian membaca Al Qur'ān dalam shalātnya dengan bacaan yang keras (seperti bacaan imām). Beliau membaca dengan tartil dan tidak diulang-ulang dan orang-orang disekitarnya mendengarnya."
⇒ Ini menunjukkan bahwa para salaf terdahulu mereka sangat senang untuk shalāt malam.
Dan ada sedikit tanbih atau taujih bagi kita sekalian, hendaknya kita melakukan shalāt tarawih secara berjama'ah dan mengikuti imām hingga selesai. Agar kita dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla sebagai  orang-orang yang menghidupkan malam itu seluruhnya.
Sebagaimana sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh ahlu sunnan:
مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
_"Barangsiapa berdiri (tarawih) bersama imām sampai ia selesai maka dicatat untuknya pahala qiyām satu malam (penuh)."_
Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA
▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*
📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*
Contoh : 100.025
_____________________

Kamis, 24 Mei 2018

Garam Alias Uyah

*GARAM alias UYAH*
TAKUT AKAN PENYAKIT YANG TIMBUL DARI GARAM?
INI CARA RASUL MENGKONSUMSI GARAM
*Nabi Muhammad Sholallohi 'alaihi wassallam  bersabda :* "Sebaik-baik lauk adalah garam" (Al-Baihaqi).                      
*SEBAIK BAIK LAUK ADALAH GARAM.*                                               
Sangat bertentangan dengan dunia medis saat ini yang mengatakan bahwa makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu, namun hal itu tidak akan terjadi jika Anda mengetahui cara mengkonsumsi garam dengan baik dan secara benar. Sesuai Sunnah Rasul.
Begini Cara Mengkonsumsi Garam Agar Terhindar Dari Penyakit (Ala Rasul)
Jadi sesuai dengan hadist diatas yang menyatakan Garam bukanlah penyebab penyakit,
tapi malah obat yang paling mujarab seandainya digunakan dengan cara yang betul.
Kuncinya adalah
 *GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!*.                  
Ingat tidak boleh dimasak !!!
*Kesalahan kita (kebanyakan orang Indonesia) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH/ PANAS.*
Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/toksik… Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.
*Begini Cara yang betul penggunaan garam agar garam benar-benar menjadi obat bagi Anda, bukan jadi Penyakit*
Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai.
Contohnya: sayur masukkan garam dalam masakan *apabila makanan dan airnya sudah berangsur dingin,atau dalam keadaan dingin.*
*Ingat  makanan yang dimasak harus tanpa garam ingat tanpa garam !!!!!*
Selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing2.
Garam adalah mineral bagi tubuh, “Banyak amalan yang dilakukan oleh *para Salafus soleh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan”*
Garam digunakan sebagai pembuka makan dengan mengambilnya dengan ujung jari dan dimasukkan ke mulut.
*INGAT GARAM ADALAH MINERAL !!!!*          
Kelebihannya atau manfaatnya mengkonsumsi garam antara lain ialah:
 *Mengobati lebih dari 70 penyakit,* antara lain Darah tinggi, Diabetes, Tulang keropos, Gondokan, Pusing sakit kepala dll serta tidak akan mengalami keadaan mati mendadak.
Silakan sebarkan, sekiranya anda ingin orang-orang yang anda cintai menjadi sehat.
_*Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti "GEJALA JANTUNG" dan tekanan "DARAH TINGGI" adalah "AKIBAT" dari "PENGGUNAAN GARAM" yang "SALAH".*_
*Karena kalau memasak jangan dikasih garam...Ingat "GARAM" jangan di"MASAK".*
*INSYA ALLAH*_*penyakit darah tinggi,  jantung   bisa dihindari dengan cara makan yg baik.*_
*Jadi kesimpulannya yg benar garam itu adanya dimeja makan bukan didapur.*
_*MARILAH BERUBAH AGAR SEHAT SEMUA.*_
_*ORANG ASING LEBIH AWAL MENGGUNAKAN GARAM SELALU DI MEJA...*_
*"SEMOGA BERMANFAAT"*

*🎯Rumah Sehat Ath ThibbunNabawi " Laa Tahzan "🍀*

Kedudukan Sedekah di Bulan Ramadan

بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله.
*Kedudukan Sedekah di Bulan Ramadhan*
Fatwa Samahatus Syaikh Al 'Allamah DR. *Shalih Al Fauzan* (Salah Satu 'Ulama Senior dan Anggota Komisi Tetap Fatwa) hafidzahullah.

*Pertanyaan* :
Bagaimana kedudukan sedekah di bulan Ramadhan ?

*Jawab* :
Sedekah di bulan Ramadhan lebih utama daripada sedekah di waktu lainnya ;
Karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut bulan Ramadhan itu sebagai bulan kedermawanan untuk berbagi.
Sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat dermawan pada bulan Ramadhan dalam kebaikan melebihi kedermawanan angin yang berhembus.
Disamping itu juga, bahwa pahala kebaikan itu dilipat gandakan karena adanya keutamaan waktu dalam beribadah.
Lebih-lebih bulan Ramadhan yang Allah jadikan sebagai musim kebaikan dan keta'atan serta musim yang dapat menjadikan sebab diangkatnya derajat seseorang di sisi Allah 'Azza wa Jalla.

[ Dinukil dengan penyesuaian dari : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891 ]
نسأل الله الكريم التوفيق لما يحب ويرضاه
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Al Faqir Ilaa Rahmati Rabbih
Hasanuddin Misbah
Kota Nabi صلى الله عليه وسلم

Jumat, 18 Mei 2018

Air Nabeez

MINUMAN KEGEMARAN ROSULULLAH DI BULAN RAMADHAN
Infused Energi Saat Puasa dengan " Air Nabeez" Kegemaran Rasulullah
Apa itu Nabeez atau air nabeez???
Air nabeez adalah minuman sunnah kegemaran Rasulullah, yg merupakan jenis air rendaman kurma atau kismis/raisin. Hadeeth From Sunan Abu Dawood ~ Book of drinks =>Narrated Ad-Daylami:
Air rendaman kurma atau kismis ini merupakan air tonik alkalin yang bermanfaat untuk :
👉metabolisme
👉menghapus kadar keasaman pada lambung 👉membersihkan sisa metabolisme dari tubuh 👉Meningkatkan fungsi pencernaan
👉 menambah daya ingat
👉memperbaiki masalah limpa, hati & bagi pasien yang memiliki masalah arthritis dan asam urat,  mengkonsumsi air nabeez ini adalah salah satu alternatif terapi untuk kesehatan penderita arthritis dan gout.
Insyaa Allah.
Perlu diingat jangan kurma dicampur  dengan kismis.
Bagaimana Cara Membuat Air Nabeez?
Cara membuat air nabeez cukup mudah hanya dengan merendam beberapa butir kurma dg segelas air minum. Ikuti sunnah Nabi ambil bilangan ganjil 3/5/7 butir kurma. Nah air rendaman inilah *nabeez* baru diminum setelah 10-12 jam kemudian.
Air rendaman kurma nabeez di buat waktu sahur"untuk diminum saat buka puasam. Bila untuk sahur dibuat saat berbuka puasa.
Pengalaman dengan disiplin minum air nabeez meskipun saat sahur hanya makan sedikit badan terasa lebih bertenaga, puasa pun tetap segar dan fit.
Dan saat berbuka juga sama, sebelum makan makanan besar,  terlebih dulu berbuka dengan air nabeez.
Perlu diingat bahwa air nabeez ini tidak boleh dibiarkan lebih dari 2-3 hari, karena akan menyebabkan fermentasi dan tidak boleh lagi dikonsumsi. kenapa? karena saat fermentasi sudah berlangsung maka ini awal terbentuknya alkohol artinya minuman tersebut menjadi bagian dari minuman beralkohol dan hukumnya menjadi haram.
Jadi sebaiknya daily fresh (segar tiap hari) saja bila membuat air nabeez ini. Bikin pagi  minumnya saat berbuka puasa. Bikin sore diminumnya waktu sahur. Kurma yang direndam bisa langsung dimakan setelah airnya diminum. Kurma terasa lebih nikmat dan lembut.
Selamat mencoba, Insyaa Allah akan melihat manfaatnya dlm beberapa hari mengkonsumsi air nabeez ini.
Tabarakallah.

Pentingnya akhlak mulia

بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله.
*Pentingnya Akhlak Mulia Dalam Semua Kondisi*
▪Rabbunaa Yang Maha Pengasih berfirman :
{ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ }
" Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya ".
[QS. Adh-Dhuhaa ayat 10]

● Dikatakan bahwa :
" Orang yang minta-minta itu kondisinya sedang terjatuh dalam kefakiran dan terhina meminta belas kasihan,
Apabila semua itu engkau tambah dengan *buruknya penolakanmu* (untuk tidak memberi) padanya , maka semakin bertambahlah penderitaannya.
Oleh karena itu, jika engkau belum bisa memberinya kebaikan dengan suatu pemberian,
Minimal engkau berikan kebaikan padanya dengan *bagusnya caramu menolak* ".

[ Perkataan ini dinisbatkan kepada Al 'Allaamah *Al 'Izz bin 'Abdissalam* (wafat 678 H) rahimahullah dalam kitabnya *As Syajarah fil Wa'zh*, secara nukilan tanpa menyebutkan rincian, Wallahu A'lam ]
نسأل الله الكريم التوفيق لكل خير
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Al Faqir Ilaa Rahmati Rabbih
Hasanuddin Misbah
Kota Nabi صلى الله عليه وسلم

Rabu, 09 Mei 2018

Akibat Cinta Dunia Terhadap Hati

بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله.
Akibat Cinta Dunia Terhadap Hati
▪Tabi'in yang mulia Malik bin Dinar (wafat 127 H) rahimahullah mengatakan :
" Sebagaimana badan ketika kondisinya sakit, maka kurang merasakan enaknya makan, minum, tidur, maupun istirahat;
Begitupun kondisi hati ketika sudah terpikat dengan cinta dunia, maka kurang berpengaruh padanya arti dari sebuah nasehat ".

[ Kitab Hilyatul Auliya, karya Al Hafidz Abu Nu'aim Al Asfahani (wafat 430 H) rahimahullah, jilid 2, halaman 363, cetakan Darul Kutubil 'Ilmiyyah ]
نسأل الله السلامة والعافية
كما نسأله التوفيق لكل خير
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Al Faqir Ilaa Rahmati Rabbih
Hasanuddin Misbah
Kota Nabi صلى الله عليه وسلم

Jumat, 20 April 2018

Tentang Rizki

🍃💰 *REZEKI…*
✏Oleh:
 _Al-Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc,  حفظه الله تعالى_
Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.
Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.
Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi….
Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar…
Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.
Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya…
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam…
Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta, rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta’ala…
Adapun *8 JENIS REZEKI DARI ALLAH TA’ALA:*
🍃 *1. Rezeki Yang Telah Dijamin.*
‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
“Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.”
(Surah Hud : 6).
🍃 *2.  Rezeki Karena Usaha.*
‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”
(Surah An-Najm : 39).
🍃 *3. Rezeki Karena Bersyukur.*
‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(Surah Ibrahim : 7).
🍃 *4. Rezeki Tak Terduga.*
‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(Surah At-Thalaq : 2-3).
🍃 *5. Rezeki Karena Istighfar.*
‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).
🍃 *6. Rezeki Karena Menikah.*
‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
“Dan nikahkanlah orang-orang yg masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
(Surah An-Nur : 32).
🍃 *7. Rezeki Karena Anak.*
‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Al-Israa’ : 31).
🍃 *8. Rezeki Karena Sedekah*
‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Qur'an Surah Al-Baqarah : 245).
〰🍃💰🍃〰
Repost by.adm Kosh
#komunitasorangtuasholeh
#kamis,sharingilmubisnis

Kajian

IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH

🌍 BimbinganIslam.com 📆 Jum'at, 30 Syawwal 1442 H/11 Juni 2021 M 👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA 📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah  Fī...

hits