Selasa, 13 Oktober 2020

DURHAKA KEPADA ORANG TUA ADALAH DOSA BESAR SETELAH SYIRIK

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 26 Shafar 1442 H / 13 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitab At-Tauhid
🔊 Halaqah 014: Durhaka Kepada Orang tua Adalah Dosa Besar Setelah Syirik.
⬇ Download audio: bit.ly/UAS-K-Tauhid-014
〰〰〰〰〰〰〰

*DURHAKA KEPADA ORANG TUA ADALAH DOSA BESAR SETELAH SYIRIK*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا و رسولاً رب زدني علما وارزقني فهما

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Kita lanjutkan.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

الإشراك بالله

_Seseorang menyekutukan Allāh (adalah bagian dari dosa besar.)_

Dosa yang paling besar berikutnya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

وعقوق الوالدين

_“Dan durhaka kepada orang tua."_

Kenapa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar?

Karena kita berasal dari orang tua, ayah dan ibu kita adalah bagian dari kita.

Suatu ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda:

أَنْتَ ومَالُكَل لأَِبِيْكَ

_“Kamu dan hartamu milik bapakmu.”_

(Hadīts riwayat Ibnu Mājah dari Jābir, Thabrani dari Samurah dan Ibnu Mas'ūd, Lihat Irwa’ul Ghalil 838)

Tidak hanya harta tapi jiwa kita, badan dan keberadaan kita, adalah milik ayah kita.

Di sini kita harus pahami bahwa seorang laki-laki dengan seorang wanita setelah menikah  berbeda.

Seorang laki-laki setelah menikah, dia mempunyai kewajiban taat kepada Allāh dan Rasūl-Nya, kemudian taat kepada orang tuanya.

Berbeda dengan seorang wanita. Tatkala seorang wanita menikah, maka dia mempunyai kewajiban taat kepada Allāh dan Rasūl-Nya, kemudian taat kepada suaminya. Karena seorang wanita sesudah dia menikah dia mempunyai kewajiban besar untuk taat kepada suaminya, kemudian taat kepada orang tuanya.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

أَنْتَ ومَالُكَل لأَِبِيْكَ

_"Kamu dan hartamu, wahai laki-laki."_

Tidak dikatakan, "Anti".

”Kamu dan hartamu (wahai wanita) milik ayahmu," tidak!

Tapi yang disebutkan adalah:

أَنْتَ ومَالُكَل لأَِبِيْكَ

_"Kamu dan hartamu, (wahai laki-laki) milik ayahmu."_

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan dosa besar kedua setelah syirik adalah menyakiti orang tua (durhaka kepada orang tua).

Mohon maaf, di antara salah satu kebiasaan orang Arab, tatkala mereka makan, mereka terbiasa makan "kembulan" (secara berjama'ah), satu nampan dimakan bersama-sama. Ini kebiasaan orang Arab sampai sekarang.

Tentunya yang laki-laki dengan laki-laki, yang wanita dengan wanita (tatkala posisi mereka bertamu). Tetapi dalam keluarga biasa suami, isteri dan anak kumpul jadi satu.

Hal yang menarik. Muhammad ibnu Sirrin, tatkala beliau makan, beliau tidak pernah makan (satu nampan) bersama ibunya.

Apa alasannya?

Beliau berkata, "Karena aku takut (khawatir) jika aku makan bersama ibuku, ketika aku mengambil lauk ternyata ibuku hendak mengambilnya juga, aku takut menyakiti ibuku."

Subhānallāh.

Bagaimanakah kebaikan dan kemuliaan akhlaq Muhammad bin Sirrin, sampai dalam perkara makan saja beliau tidak mau satu nampan dengan ibunya, dengan alasan khawatir menyakiti perasaan ibunya.

Demikian semoga bermanfaat.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
______________________

Senin, 12 Oktober 2020

SYIRIK ADALAH DOSA TERBESAR

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 25 Shafar 1442 H / 12 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitab At-Tauhid
🔊 Halaqah 013: Syirik Adalah Dosa Terbesar
⬇ Download audio: bit.ly/UAS-K-Tauhid-013
〰〰〰〰〰〰〰

*SYIRIK ADALAH DOSA TERBESAR*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا و رسولاً رب زدني علما وارزقني فهما

Ikhwāh wa Akhawātiy Fīllāh rahimakumullāh.

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Berikutnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan:

وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنً

_"Dan terhadap orang tua, hendaknya kalian berlaku ihsan (yang baik).”_

(QS Al Isrā: 23)

Mungkin muncul pertanyaan:

Di sini Allāh perintahkan agar kita beribadah kepada Allāh dan berbuat baik kepada orang tua, lalu di manakah haknya Rasūlullāh?

Bukankah Allāh telah berfirman:

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ

_"Dan hendaknya kalian taat kepada Allāh dan Rasūl-Nya.”_

Maka kita sampaikan, bahwasanya taatnya kita kepada Allāh mewajibkan taatnya kita kepada rasūl.

Karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى

_Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allāh, maka ikutilah aku."_

(QS. Āli Imrān: 31)

Mengikuti siapa?

Mengikuti Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Maka di sini beribadah kepada Allāh adalah sesuatu hal yang harus tertanam pada diri manusia, karena sesungguhnya:

√ Dialah, Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Dzat Yang Maha Memberikan Rizki.
√ Dialah, Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Dzat yang telah memberikan kepada kita makan dan minum.
√ Dialah Allāh, Dzat yang telah memberikan kepada kita pasangan.
√ Dialah Dzat yang telah memberikan kepada kita keturunan (Alhamdulillāh).

Subhānallāh,

Seorang cinta kepada suami, suami cinta dengan istri, itu adalah salah satu tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Maka Allāh menyebutkan, yang salah satunya kita jumpai di dalam surat Ar Rūm ayat 21:

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا

_"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.”_

Perhatikan, bagaimana sebelum Allāh berfirman terkait dengan masalah pasangan!

Allāh sebutkan keagungan langit, keagungan bumi, keagungan matahari, keagungan rembulan, keagungan laut, keagungan angin.

Subhānallāh,

Baru setelah itu:

وَمِنْ ءَايَـٰتِهِٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ

Maka di sini, seseorang mendapatkan jodoh itu adalah salah satu di antara tanda-tanda kebesaran Allāh.

Tatkala kita mengetahui ke-Esa-an Allāh, maka Dia lah satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam suatu saat pernah bersabda di depan para shahābatnya:

ألا أنبئكم بأكبر الكبائر؟ ثلاثاً، يعني قالها ثلاث مرات، قلنا: بلى يا رسول الله، قال: الإشراك بالله

_"Maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa paling besar, di antara dosa-dosa besar yang ada?" (3kali)_

_Para shahābat berkata, "Baik, kami siap untuk menerima ilmu tersebut."_

_Kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda bahwa diantara dosa besar adalah, "Seseorang menyekutukan Allāh."_

Ini adalah bagian dosa di antara dosa-dosa besar.

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebut yang pertama adalah al isyrakubillāh. Dan yang dimaksud dengan syirik adalah:

أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ

_“Engkau menjadikan terhadap Allāh Subhānahu wa Ta'āla sekutu dalam hal peribadatan padahal Dialah Allāh Dzat yang telah menciptakan kamu.”_

Siapakah antum ini, sampai berani menyekutukan Allāh, menduakan Allāh?

Dialah Allāh, Rabb langit dan bumi, maka dikatakan:

…وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ  …[الإسراء : 44]

_“Tidaklah ada sesuatu yang berada dimuka bumi ini kecuali mereka bertasbih kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, akan tetapi kalian tidak memahami bagaimana mereka bertasbih kepada Allāh.”_

(QS Al Isrā’: 44)

Demikian semoga bermanfaat.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

______________________

Sabtu, 10 Oktober 2020

BAGAIMANA MENGOBATI PENYAKIT BAPER?

🌍 BimbinganIslam.com
Jumat, 22 Shafar 1442 H / 09 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.
📒 Nasihat Singkat Bimbingan Islām
🔊 Audio 83 | Bagaimana Mengobati Penyakit Baper
🔄 Download Audio: bit.ly/NasihatSingkatBiAS-83
〰〰〰〰〰〰〰

*BAGAIMANA MENGOBATI PENYAKIT BAPER?*

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Baper bukan gaya Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam!

Makanya salah satu akhlak mulia yang dijelaskan oleh Imam Ahmad adalah At-Taghāful (التغافل) tidak baperan (dalam bahasa kita), tidak sibuk dengan seluruh masalah atau seluruh ucapan orang.

Dan di antara dalīl para ulama adalah surat At-Tahrīm ayat 3.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

عَرَّفَ بَعۡضَهُۥ وَأَعۡرَضَ عَنۢ بَعۡضٖۖ

Ketika Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berbicara dengan istrinya dan beliau mengatakan ini off the record ya (ini rahasia) tiba-tiba pembicaraan tersebut dibocorin.

Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberi tahu Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwa pembicaraan tersebut telah dibocorkan, kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memanggil dan menasehati istri beliau.

Dan menariknya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak membahas seluruh kesalahan istri beliau.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

عَرَّفَ بَعۡضَهُۥ وَأَعۡرَضَ عَنۢ بَعۡضٖۖ

Nabi hanya membahas sebagian kesalahan dan sebagian yang lain beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam lupakan, beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak baper.

Hasan Al-Bashri rahimahullāh di dalam tafsir Al-Qurthubi ketika membahas ayat di atas beliau mengatakan: 

"Orang-orang yang mulia tidak baper (tidak melibatkan perasaannya kepada semua masalah)."

Orang-orang mulia tahu kapan mereka harus fokus, dan kapan harus cuex.

Orang yang cerdas itu seperti apa sih? Apa kata Imam Syafi’i, kata beliau:

"Orang yang cerdas adalah orang yang otaknya encer dan tidak baperan"

Baper itu tidak bagus dan itu bukan style-nya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Katanya kita mengikuti sunnah Nabi?

Sunnah Nabi itu tidak baperan.

Dan itu yang dinasehati para ulama-ulama kita, apalagi kalau antum masuk ke dunia dakwah dan antum baperan, maka tidak bisa.

Dakwah itu hanya bisa digeluti oleh orang-orang yang berjiwa besar, karena arus bawahnya kuat, badainya juga kuat.

Tidak bisa !

Tidak boleh baper !

Wallāhu Ta'āla A'lam bish-shawāb.

____________________

Kamis, 08 Oktober 2020

PERINTAH MENJAUHI THĀGUTH

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 21 Shafar 1442 H / 08 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitab At-Tauhid
🔊 Halaqah 012: Perintah Menjauhi Thāghut
⬇ Download audio: bit.ly/UAS-K-Tauhid-012
〰〰〰〰〰〰〰

*PERINTAH MENJAUHI THĀGUTH*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا و رسولاً
رب زدني علما وارزقني فهما

Ikhwāh wa Akhawātiy Fīllāh rahimakumullāh.

Kita lanjutkan pembahasan kita.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا

_“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”_

(QS Al Isrā': 23)

⇒ Qadhā' memiliki arti "kewajiban". 

Di sini seorang mukmin harus paham bahwasanya tatkala kita berbicara "Tuhanmu" maka yang dimaksud adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla (Rabbul Ālamīn).

Nabi Mūsā 'alayhissallām tatkala ditanya oleh Fir'aun, dimana Fir'aun berkata:

وَمَا رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

_"Siapa Tuhan semesta alam itu?"_

(QS Asy Syu'ārā: 23)

Maka Nabi Mūsā alayhissallām berkata:

رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ

_"Tuhan (pemilik) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya."_

(QS. Asy Syu'ārā: 24)

Subhānallāh.

Perhatikan!

√ Bagaimanakah lemahnya manusia?
√ Bagaimanakah hinanya manusia?
√ Bagaimana lemah, dhaifnya manusia?

Manusia adalah lemah dan ingat yang menetapkan ini adalah Allāh dan Allāh menyebutkan:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ

_Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah menetapkan._

Apakah yang telah Allāh Subhānahu wa Ta'āla tetapkan?

أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ

_"Janganlah kalian menyembah, kecuali hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla."_

Maka ketika kita berbicara: وَقَضَىٰ رَبُّكَ, maka sesungguhnya Dialah (Allāh) telah mewasiatkan, menetapkan, mensyari'atkan, "Janganlah kalian menyembah kecuali kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

⇒ Di sini ada nafī' dan itsbat

Nafī' (peniadaan semua bentuk sesembahan), kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Rabbul 'ālamīn. Dan setiap hari kita berkata, "Alhamdulillāhi Rabbil'ālamīn."

Begitu kita berbicara:

أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ,

Maka di sini seorang muslim harus paham bahwa Allāh adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk disembah.

Kita ingat dalam rangkaian firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

_"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."_

(QS. Al Fātihah: 5)

Kalimat: "Saya makan Roti."

√ "Saya" adalah subjek
√ "Makan" adalah predikat
√ "Roti" adalah objek (diletakkan dibelakang).

Tapi perhatikan bagaimanakah tatkala Allāh Subhānahu wa Ta'āla menetapkan pada firman Allāh ini, " Iyyāka (إِيَّاكَ)".

Subhānallāh.

⇒ Di sini Allāh Subhānahu wa Ta'āla mendahulukan objeknya.

Kalau dalam susunan bahasa Indonesia ada istilah SPO (subjek, predikat, objek).

√ Subjek adalah pelaku.
√ Predikat adalah perbuatannya.
√ Objek adalah apa yang dikenai, dalam bahasa Arab disebut maf'ulun bih.

Kata Iyyāka (إِيَّاكَ) di sini adalah maf'ulun bih (objeknya) dan didahulukan, menunjukkan (ditekankan) bahwa Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla satu-satunya Dzat yang berhak untuk disembah.

Ikhwāh wa Akhawātiy Fīllāh rahimakumullāh.

Begitu kita berbicara,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ

Maka di sini seorang mukmin hendaknya memahami bahwasanya Dialah Allāh Subhānahu wa Ta'āla satu-satunya Dzat yang berhak untuk disembah.

Demikian semoga bermanfaat.

Apabila ada hal yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_________________________

Rabu, 07 Oktober 2020

PERINTAH MENJAUHI THĀGHUT

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 20 Shafar 1442 H / 07 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitab At-Tauhid
🔊 Halaqah 011: Perintah Menjauhi Thāghut
⬇ Download audio: bit.ly/UAS-K-Tauhid-011
〰〰〰〰〰〰〰

*PERINTAH MENJAUHI THĀGHUT*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا و رسولاً
رب زدني علما وارزقني فهما

Ikhwāh wa Akhawātiy Fīllāh rahimakumullāh.

Di zaman sekarang pun banyak orang yang terkadang berlebihan tatkala datang ke kuburan (ziarah kubur).

Boleh seseorang ziarah kubur, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا

_“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang dan mengingatkan kalian akan akhirat. Namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr) ketika berziarah.”_

(Hadīts riwayat Al Hākim no.1393, dishahīhkan Albāniy dalam Shahīh Al Jāmi’, 7584)

Hadīts ini menganjurkan untuk berziarah kubur, tetapi bagi mereka yang memiliki kebiasaan berziarah kubur secara rutin, khususnya wanita, maka Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam melarangnya.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

لَعَنَ اللَّه زَوَّارَات الْقُبُور

_"Allāh melaknat wanita yang sering berziarah kubur.”_

(Hadīts riwayat At Tirmidzī nomor 1056 Tirmidzī berkata: “Hadits ini hasan shahīh”)

Tatkala kita hendak ziarah kubur hendaknya kita berziarah kubur dengan benar, jangan sampai berlebihan apalagi sampai meminta kepada pemilik kubur.

Karena pemilik kubur, sesungguhnya dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Untuk dirinya sendiri saja tidak bisa apalagi untuk orang lain.

Maka untuk orang yang sudah meninggal dunia kewajiban bagi mereka yang masih hidup adalah mewudhū'kannya, memandikannya, mengkafaninya dan menyolatinya dan menguburkannya.

Karena sesungguhnya mereka (orang-orang yang sudah meninggal dunia) tidak bisa berbuat apa-apa.

Kata: الطّاغوت ( thāghūt) pada pembahasan yang lewat telah kita sampaikan juga (yaitu) para dukun yang kedatangan para jinn.

⇒ Para dukun, yang datang kepada mereka adalah para syaithān.

√ Para dukun ini "ketamonan" (kedatangan tamu), siapakah yang menjadi shahibul baitnya? Yaitu dukun.

√ Siapakah tamunya? Yaitu syaithān

⇒ Dan syaithān mencuri berita dari langit.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan salah satu tujuan menciptakan bintang.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَجَعَلْنَـٰهَا رُجُومًۭا لِّلشَّيَـٰطِين

_"Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar kepada syaithān."_

(QS Al Mulk: 5)

Maka seorang mukmin hendaknya paham bahwasanya dukun tatkala mereka membawakan suatu berita, berita tersebut diambil dari langit yang dicuri oleh syaithān.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan setiap kali ada berita kebenaran maka syaithān menghiasinya dengan seratus kedustaan.

Dan Allāh menyebutkan:

وَجَعَلْنَـٰهَا رُجُومًۭا لِّلشَّيَـٰطِين

_Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaithān (yang hendak mencuri berita dari langit)._

Bahkan jinn (mereka) mengatakan:

فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْـَٔانَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًۭا رَّصَدًۭا

_"Barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”_

(QS Al Jinn: 9)

Tentunya bisa jadi dua hal:

⑴ Jinn atau syaithān mencuri berita dari langit dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla kirimkan bintang yang sangat panas dan mereka terkena bintang tersebut sebelum mereka memindahkan berita kepada syaithān yang berada di bawahnya.

⑵ Bisa jadi syaithān terkena lemparan bintang, tapi sebelum lemparan bintang mengenainya dia telah berhasil menyampaikan berita kepada syaithān yang berada di bawahnya dan terakhir sampai kepada para dukun.

Tapi yang harus kita ingat, apabila ada berita kebenaran maka syaithān akan menghiasi dengan seratus kedustaan.

Sesungguhnya para jinn adalah para pendusta.

Ikhwāh wa Akhawātiy Fīllāh rahimakumullāh.

Pada pertemuan lalu telah kita sampaikan bahwasanya tatkala jinn (syaithān) mencuri berita dari langit mereka "punji-punjian" (saling menggendong satu sama lain) dari bawah sampai ke atas.

Demikian semoga bermanfaat.

Apabila ada hal yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

نحتفظ بهذا القدر
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_________________________

Selasa, 06 Oktober 2020

PERINTAH MENJAUHI THAGUT

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 19 Shafar 1442 H / 06 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitab At-Tauhid
🔊 Halaqah 010: Perintah Menjauhi Thāghut
⬇ Download audio: bit.ly/UAS-K-Tauhid-010
〰〰〰〰〰〰〰

*PERINTAH MENJAUHI THAGUT*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا و رسولاً
رب زدني علما وارزقني فهما

Ikhwāh wa Akhawātiy Fīllāh rahimakumullāh.

Syukur kita kehadirat Allāh atas nikmat dan karunia-Nya.

Kesempatan yang baik untuk bisa kembali pada Silsilah Tauhīd.

Nikmat dan karunia tersendiri tatkala kita diberi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla suatu kesempatan untuk meng-Esa-kan Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan ini merupakan seruan para rasūl.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍۢ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَ ۖ

_Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasūl pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allāh (saja) dan jauhilah thāghūt itu."_

(QS An Nahl: 36)

Pada pembahasan yang lalu telah kita sampaikan beberapa arti terkait dengan pengertian thāghūt.

Di antaranya adalah:

كل ما عبد من دون الله

_"Segala sesuatu yang disembah selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla."_

Thāghūt berasal dari kata thugyan atau taghā yang artinya "melewati batas".

Pada pembahasan yang lalu telah disampaikan salah satu di antara arti thāghūt yaitu al matbu’ (yang diikuti) Siapa saja yang diikuti, bisa jadi mereka adalah para tukang ramal, para tukang sihir, ulamā yang buruk.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

_Sesungguhnya Allāh tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allāh mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulamā, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain._

(Hadīts shahīh riwayat Bukhāri)

Thāghūt juga bisa memiliki arti alma’bud, sesuatu yang disembah, bisa juga al ashnām.

Dan Nabi Ibrāhīm alayhissallām berdo'a kepada Allāh:

وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ

_"Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah al ashnām (berhala-berhala)."_

(QS. Ibrāhīm: 35)

Al ashnām (ٱلْأَصْنَامَ) adalah jamak dari shānam (patung) dan tentunya patung yang berbentuk manusia atau hewan.

Adapun watsan, sesuatu yang disembah selain Allāh tetapi tidak berbentuk hewan atau manusia tetapi bisa jadi berupa pohon, kuburan, batu besar.

Maka Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ

_”Yā Allāh ! Janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai watsan (berhala) yang disembah."_

Nabi tidak menyebutkan,

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِي صنما يُعْبَدُ

_"Yā Allāh ! Janganlah Engkau jadikan kuburku shānam (patung) yang disembah."_

Tidak! Tapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan ”Yā Allāh ! Janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala (watsan) yang disembah." Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhawatirkannya.

Demikian semoga bermanfaat.

نحتفظ بهذا القدر

Apabila ada yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_________________________

Senin, 05 Oktober 2020

PERINTAH MENJAUHI THAGUT

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 18 Shafar 1442 H / 05 Oktober 2020 M
👤 Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
📗 Kitab At-Tauhid
🔊 Halaqah 009: Perintah Menjauhi Thāghut
⬇ Download audio: bit.ly/UAS-K-Tauhid-009
〰〰〰〰〰〰〰

*PERINTAH MENJAUHI THAGUT*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه ولا حول ولاقوة إلا بالله
رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا و رسولاً
رب زدني علما وارزقني فهما

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan:

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

_“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia telah kufur pada Al Qurān yang telah diturunkan pada Muhammad."_

(Hadīts riwayat Ahmad nomor 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadīts ini hasan)

Dan barangsiapa mendatangi dukun (hanya coba-coba) untuk mengetes benar atau tidaknya perkataan dukun tersebut, maka shalāt orang tersebut selama 40 hari tidak akan diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tadi kita katakan thāghūt bisa jadi kuhān, tukang sihir. Di dalam Al Qurān Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan:

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ

_"Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya).”_

(QS. Al Falaq:  4)

Kenapa di sini dikatakan: ٱلنَّفَّٰثَٰتِ (tukang sihir wanita)?

Ini menunjukkan tukang sihir wanita jumlahnya lebih banyak dibanding tukang sihir laki-laki.

Karena Allāh menyebutkan: وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ dan yang dimaksud dengan: ٱلنَّفَّٰثَٰتِ adalah wanita yang memiliki kebiasaan meniupkan pada buhul-buhulnya (simpul-simpulnya).

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan di dalam Al Qurān:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنً

_"Dan Tuhanmu telah mewasiatkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."_

(QS. Al Isrā': 23)

⇒ Qadhā' itu sifatnya bisa syar'i atau kauniy,

⑴ Qadhā' syar’i adalah suatu ketetapan yang bisa jadi terjadi dan bisa jadi tidak terjadi, akan tetapi apa yang ditetapkan tersebut adalah sesuatu yang dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Contoh:

√ Shalāt, (Allāh mencintai) shalāt merupakan ketetapan.

√ Seseorang mengeluarkan zakāt, zakāt adalah ketetapan.

√ Seseorang membaca Al Qurān, membaca Al Quraisy adalah ketetapan dan Allāh cintai dengannya.

⑵ Qadhā' kauniy, dan qadhā' kauniy ini mesti terjadi, bisa jadi Allāh cinta dan bisa jadi Allāh tidak mencintainya, dan itu mesti terjadi.

Contoh: Kufurnya Fir'aun. Fir'aun diciptakan dan ditetapkan menjadi fitnah bagi umat di zamannya dan umat-umat sesudahnya.

Sahabat BiAS yang kami muliakan.

Qadhā' kauniy sifatnya kerusakan dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak menyukainya, tetapi Allāh menetapkan dan mesti terjadi.

Contoh lain: Kufurnya iblīs mesti terjadi dan telah ditetapkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sekalipun Allāh tidak suka tetapi Allāh menciptakannya sebagai ujian, karena sesungguhnya Allāh menyebutkan,

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

_"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."_

(QS. Al Mulk: 2)

Siapa yang dikatakan:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

_"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."_

(QS. Ar Rum: 41)

Tentunya kita sebagai warga Indonesia belakang ini kita sedih karena banyaknya terjadi musibah yang menimpa saudara kita. 

Seperti; di Lombok terjadi gempa, di Palu terjadi gempa bahkan tsunami, di Jawa Barat (Banten) terjadi Tsunami juga, di Sukabumi terjadi tanah longsor, terjadi di Surabaya amblesnya tanah. Subhānallāh.

Semua ini terjadi karena manusia yang memiliki peran di dalamnya, kenapa ? Muncul kerusakan.

Pada zaman Umar bin Khaththāb radhiyallāhu ta'āla 'anhu pernah terjadi gempa, bahkan di zaman Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di Madīnah pernah terjadi gempa.

Ketika di Madīnah terjadi gempa, apa yang dilakukan Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam?

Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) meletakkan tangannya yang mulia ke muka bumi kemudian beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) mengatakan, "Tenanglah, sesungguhnya waktumu belum datang," kemudian setelah itu tidak terjadi gempa lagi. 

Sesudah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam wafat kemudian Abū Bakar Ash-Shiddīq yang memimpin, di zaman Abū Bakar tidak terjadi gempa, tetapi di zaman Umar bin Khaththāb radhiyallāhu ta'āla 'anhu, Madīnah diguncang dengan gempa.

Sesudah itu apakah yang dilakukan Umar?

Umar radhiyallāhu ta'āla 'anhu mengumpulkan penduduk Madīnah, kemudian beliau berkata, "Sungguh, jarak antara Nabi dengan kita belum lama."

Artinya Umar ingat akan sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Tenanglah, sesungguhnya waktumu belum datang,"kemudian Umar bin Khaththāb memberikan ancaman kepada penduduk Madīnah.

Dan Umar berkata, "Sekiranya, sesudah ini terjadi gempa lagi, niscaya aku akan tinggalkan kalian."

Umar bin Khaththāb adalah orang yang terbaik di waktu itu dan penduduk Madīnah khawatir jika ditinggal oleh orang yang terbaik (Umar bin Khaththāb), setelah itu kaum muslimin tenang dan tidak terjadi maksiat lagi.

Musibah itu datang karena banyaknya maksiat yang terjadi.

Demikian kajian kita pada kesempatan kali ini, kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Terima kasih kami ucapkan kepada sahahat BiAS semoga lain waktu kita bisa bersua kembali.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا الله، أستغفرك وأتوب إليك
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

__________________________________

Kajian

IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH

🌍 BimbinganIslam.com 📆 Jum'at, 30 Syawwal 1442 H/11 Juni 2021 M 👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA 📗 Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah  Fī...

hits